Ramadhan karim, berbagai cara dilakukan dengan suka cita untuk menyambut bulan penuh berkah Ramadhan, warga Pangandaran menyebutnya tradisi "Munggahan". Sebagai daerah destinasi wisata yang tengah berkembang, dengan banyaknya destinasi wisata baru dan dipolesnya destinasi wisata unggulan di Pangandaran, sontak warga memanfaatkan moment tersebut untuk sekedar menghilangkan rasa penasaran dan mengetahui lebih jauh destinasi wisata tersebut atau hanya sekedar makan bersama dengan berramai-ramai mengajak keluarga.
Madasari sebagai daerah kunjungan wisata yang menawarkan wisata pantai dengan berkemah, snorkling, travel boat, dan memancing ini perkembanganya dinilai lambat dan tingkat kunjungan kalah dengan destinasi lain yang bermunculan belakangan.
Meski program-program usulan kelompok masyarakat penggerak pariwisata (Kompepar) kabupaten Pangandaran dibekukan terkait surat edaran Bupati yang meniadakan program-program yang berkaitan dengan bimbingan teknis, study banding, pelatihan dan sosialiasi harus di pending terlebih dahulu untuk memprioritaskan program kemasyarakatan seperti pengobatan gratis, bantuan raskin dan lainnya, namun demikian Kompepar Kabupaten Pangandaran harus tetap berjalan meski dengan jalan swadaya.
Komitmen Kabupaten Pangandaran sebagai kabupaten pariwisata terus bergulir, dengan mendapat keistimewaan dengan ditunjuknya sebagai daerah kawasan strategis pariwista nasional (KSPN) secara masif pemerintah pusat menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata yang akan terus di bantu pengembanganya.
Libur panjang yang bertepatan dengan hari Kenaikan Isya Al-Masih yang jatuh pada tanggal 5 Mei dan 6 Mei diperingati sebagai Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan sejumlah masyarakat JABODETABEK , Bandung dan sekitarnya untuk berlibur ke Pangandaran.
Libur panjang yang bertepatan dengan hari Kenaikan Isya Al-Masih yang jatuh pada tanggal 5 dan tanggal 6 Mei diperingati sebagai Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW dan bertepatan juga dengan akhir pekan, menjadikan libur panjang bagi para karyawan dan anak sekolah di seluruh daerah, membuat Pangandaran akan dijadikan salah satu alternatif bagi mereka untuk menghabiskan libur akhir pekannya.
Setelah melalui pelatihan dasar telusur goa dan karst kabupaten Pangandaran 2016 yang di selenggarakan di Desa Selasari kecamatan Parigi pada 29-30 April 2016 yang lalu, pengetahuan, minat dan kecintaan terhadap goa mulai terbentuk terutama bagi para peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.
Sejumlah staf dari kementrian pariwisata Jawa barat yang di pimpin lansung oleh Bpk.Hengki dan Ibu. Yani Andriani melakukan penilaian atau self assesment destinasi pariwisata pedesaan khususnya yang ada di Kabupaten Pangandaran, sejumlah kriteria, indikator, dan tolak ukur masing-masing diberikan penilaian dari sejumlah kepala desa di Kabupaten Pangandaran dan stakeholder pariwisata seperti Kompepar dan Himpunan pramuwisata indonesia cabang Pangandaran, Bappeda, Dinas Perhubungan PU, Disdikbudpora serta DMO Kabupaten Pangandaran dalam forum Penetapan Destinasi Wisata Perdesaan dan Perkotaan.
Setelah terbentuk melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 556/Kpts. 192-Huk.Org/2015 Pada tanggal 15 Mei 2015 yang lalu, dan hingga saat ini Kompepar Kabupaten Pangandaran telah memiliki sekitar 20 Kompepar Destinasi yang tersebar di berbagai Kecamatan di Kabupaten Pangandaran.
Organisasi kepemanduan Pangandaran dengan para pemuda aktif dan kreatif memberi pemahaman mulai dari sejarah hingga kekayaan wisata serta detail destinasi wisata kepada para wisatawan yang kesemuanya tergabung dalam Paguyuban Pemandu Wisata Pangandaran (PPWP) Kabupaten Pangandaran yang secara resmi dan tersertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Pemandu (LSP).
