Tidak semua keluhan kesehatan bisa menunggu jadwal pemeriksaan di poliklinik. Ketika kondisi pasien mengalami perubahan mendadak, terutama disertai tanda bahaya, pertolongan medis segera bisa menjadi hal yang sangat penting.
Keadaan darurat bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, tanpa pandang bulu, termasuk di lingkungan rumah sakit seperti RSUD Pandega. Saat situasi genting ini melanda, kepanikan adalah musuh terbesar. Oleh karena itu, mengetahui dan memahami langkah-langkah penyelamatan diri yang tepat sangatlah krusial untuk meminimalisir risiko dan menyelamatkan jiwa.
Anemia pada anak perlu mendapat perhatian serius karena dapat mengganggu tumbuh kembang, menurunkan daya tahan tubuh, hingga memengaruhi kemampuan belajar. Para orang tua diimbau mengenali tanda-tanda anemia sejak dini agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Yuyun Yuningsih, seorang pasien pengapuran sendi di Klinik Orthopaedi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran, akhirnya terbebas dari penderitaan sakit lutut parah yang telah dialaminya selama delapan tahun. Seluruh rangkaian tindakan operasi hingga kontrol medis yang dijalaninya kini dinyatakan sembuh total tanpa dipungut biaya sepeser pun berkat fasilitas BPJS Kesehatan dari pemerintah.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran akan segera menghadirkan layanan pemeriksaan mamografi bagi masyarakat. Fasilitas baru ini disediakan sebagai wujud nyata komitmen pemerintah untuk mempermudah masyarakat di wilayah Pangandaran dan sekitarnya dalam melakukan deteksi dini kanker payudara tanpa harus bepergian jauh ke luar daerah.
RSUD Pandega Pangandaran terus memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui program NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan). Pada edisi terbaru, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pangandaran itu mengangkat tema "Kenali Tuberkulosis Resisten Obat" dengan menghadirkan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Pandega Pangandaran, dr. Erisanti Nurfarida, sebagai narasumber.
Polres Pangandaran menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di Mapolsek Sidamulih, Selasa (23/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Sebanyak 48 warga memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan dalam kegiatan tersebut.
Nyeri leher menjadi salah satu keluhan kesehatan yang banyak dialami masyarakat, terutama di tengah meningkatnya penggunaan perangkat elektronik dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kelelahan biasa, melainkan dapat berkaitan dengan gangguan pada otot, saraf, hingga persendian.
RSUD Pandega Pangandaran mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan secara bersama-sama. Upaya ini dinilai penting mengingat DBD masih menjadi salah satu penyakit yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius hingga mengancam nyawa.
Di era digital saat ini, penggunaan telepon genggam, komputer, dan berbagai perangkat elektronik sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat ancaman yang sering luput dari perhatian, yakni gangguan kesehatan mata akibat kebiasaan yang kurang tepat.
