Setelah ramai dengan jembatan pelangi nya, desa wisata Margacinta tak berhenti terus melakukan inovasi atraksi wisata, selain berdiri terlebih dahulu kampung Badud sebagai kawasan budaya, taman Leretan dengan segala kaunikanya mulai dari menara selfie, ruang DNA, dan yang lainya, kini atraksi Flying fox pun di melengkapi kesemuanya itu.
Guna meminimalisir kebocoran di pintu masuk Pangandaran, ke depan akan diberlakukan tiket elektronik bagi pengunjung yang berlibur ke Pangandaran, uji coba pun sudah dilakukan pada hari Minggu (27/03) kemarin yang langsung di lakukan gunting pita oleh Bupati Pangandaran, dan mulai diberlakukan e-tiketing secara resmi mulai bulan Mei mendatang.
Konsistensi Bupati Pangandaran untuk merubah wajah kabupaten Pangandaran pada tahun-tahun pertama pemerintahanya terus konsisten di lakukan dimulai merancang dengan para ahli hingga akademisi, dimulai dari pembanguan rumah sakit, penataan pedagang kaki lima yang ada di pesisir Pantai Pangandaran, ruang terbuka hijau dan relokasi bangunan hingga penerapan e-tiketing , dan Kamis (23/03) yang lalu tepatnya di aula Gedung Islamic Center Pangandaran bupati langsung mensosialisasikan hal tersebut.
Wujud dari komitmen kabupaten Pangandaran di tahun 2017 akan ada perkembangan dan perubahan wajah pariwisata yang mengandung misi menjadikan derah tujuan wisata yang mendunia, di wujudkan awal dengan berdirinya taman terbuka hijau di kawasan ujung jalan Boulevard Pangandaran.
Batu Hiu sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan kelas satu di kabupaten Pangandaran kini terus berbenah diri. Kondisi yang kurang perhatian dari pemerintah daerah tidak dijadikan alasan para pemuda dan pengurus kelompok masyarakat penggerak pariwisata (Kompepar) DTW Batu Hiu bersama stakeholder wisata serta warga sekitar.
Pangandaran sebagai magnet dan salah satu magnet daya tarik wisata di Jawa Barat dengan kepemimpinan bupati yang baru terus berbenah dan membangun, baik di infrastuktur, sumberdaya manusia, maupun di bidang keamanan nya, sesuai dengan visi dan misi menjadi destinasi wisata berkelas dunia, dan bersapta pesona.
Dinas pariwisata dan kabupaten Pangandaran melalui bidang bina usaha pariwisata menyelenggarakan pelatihan penyusunan standarisasi operational procedure pelayanan (SOP) bidang usaha MICE, akomodasi, pramuwisata, Spa, serta makanan dan minuman selama 4 hari berturut-turut di aula rapat Tirta Bahari Green Canyon Cijulang pada tanggal 13-16 Februari 2017.
Seperti yang di perkirakan sebelumnya bahwa malam tahun baru akan menjadi puncak liburan karena bertepatan dengan akhir pekan, kepadatan pengunjung dan wisatawan terjadi di beberapa titik daerah tujuan wisata.
Menjelang malam pergantian tahun 2016 ke 2017 objek wisata Pangandaran mulai dipadati para pengunjung, terlihat disepanjang pantai barat Pangandaran para pengunjung belum begitu padat.
Memasuki akhir tahun dimana ada agenda libur rutin menyambut pergantian tahun, pangandaran terasa berbeda tidak seperti tahun tahun sebelmunya. sebagian besar hotel di Pangandaran masih banyak yang kosong. sebelumnya hotel-hotel, penginapan melati atau rumah sudah penuh d booking jauh-jauh hari oleh wisatawan yang akan berlibur di Pangandaran.
