Bupati Sosialisasikan Wajah Baru dan Relokasi PKL Pangandaran


Bupati Sosialisasikan Wajah Baru dan Relokasi PKL Pangandaran

Pangandaran, myPangandaranNews - Konsistensi Bupati Pangandaran untuk merubah wajah kabupaten Pangandaran pada tahun-tahun pertama pemerintahanya terus konsisten di lakukan dimulai merancang dengan para ahli hingga akademisi, dimulai dari pembanguan rumah sakit, penataan pedagang kaki lima yang ada di pesisir Pantai Pangandaran, ruang terbuka hijau dan relokasi bangunan hingga penerapan e-tiketing , dan Kamis (23/03) yang lalu tepatnya di aula Gedung Islamic Center Pangandaran bupati langsung mensosialisasikan hal tersebut.

Sosialisasi pembangunan ruang terbuka hijau (RTH), kawasan wisata Pangandaran, e-ticketing, dan relokasi pedagang kaki lima (PKL)  Pantai Pangandaran dihadiri juga oleh wakil bupati, serta jajaran aparatur pemerintah daerah lainya, dengan mengundang warga Pangandaran khususnya yang para pedagang dan stakeholder pariwisata lainya.

Pembahasan di mulai dengan pembangunan kios PKL yang menghabiskan anggaran total hingga Rp.48,4 milyar untuk relokasi sebanyak 1365 pedagan kaki lima yang akan menempati 4 titik relokasi yaitu di Eks Star Meridian sebanyak 92 kios, Eks Dinas Sosial sebanyak 188 unit kios, Eks Pasar seni sebanyak 252 unit kios, serta di Eks Pananjung Sari sebanyak 833 unit kios disosialisasikan oleh bupati  beserta bentuk bangunanya.

Pembangunan ruang terbuka hijau sebagai muka kabupaten pariwisata Pangandaran dengan memindahkan beberapa bangunan, serta pembangunan pintu masuk dan tugu baru Pangandaran dan pemberlakuan e-ticketing, serta pembangunan lapang Merdeka dan Rumah sakit disampaikan dengan jelas oleh bupati dan mendapat sambutan meriah dari para hadirin.
Bupati menambahkan kesemuanya membutuhkan dukungan dari semua pihak dan warga Pangandaran khususnya, dalam sesi tanya jawab masih di pertimbangkan warga pribumi yang boleh masuk ke kawasan Pangandaran, dan jembatan Putrapinggan yang menjadi kewenangan provinsi pun disampaikan tengah masa lelang dan di bulan Oktober tahun ini diharapkan semua pembangunan selesai dan dapat melangkah ke tahapan selanjutnya yaitu relokasi dan pembenahan lainya.

Warga mendukung apa yang di sampaikan bupati dan pemerintah daerah untuk merubah wajah Kabupaten Pangandaran beserta pembangunan guna mendukung pelayanan publik lainya dapat segera terwujud dan berjalan dengan lancar tanpa terkendali apapun, dan selama pembangunan berlangsung PKL masih diperbolehkan berjualan kecuali pedagang yang berada di kawasan pembangunan kios untuk relokasi.
 







Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Wisata Lainnya
Wujudkan KEK Bupati Resmikan Pembukaan Grand Pangandaran

Wujudkan KEK Bupati Resmikan Pembukaan Grand Pangandaran


Selasa, 23 Mei 2017 12:23 WIB
Kawasan ekonomi khusus (KEK) merupakan program penetapan status sebuah kawasan oleh pemerintah pusat yaitu Dinas Priwisata RI yang telah menetapkan 7 destinasi pariwisata unggulan Indonesia termasuk Kabupaten Pangandaran, yang tujuanya akan memudahkan para investor dengan ditopang dengan pelayanan terpadu satu pintu yang disediakan pemerintah.
HPI  Pangandaran Akan Laksanakan Diklat Pramuwisata

HPI Pangandaran Akan Laksanakan Diklat Pramuwisata


Senin, 22 Mei 2017 17:54 WIB
Setelah terlaksananya sertifikasi pemandu ekowisata bagi para pemandu wisata di kabupaten Pangandaran pada tahun 2016 lalu yang di fasilitasi oleh dinas pariwisata RI yang di pelaksanaanya di lakukan oleh lembaga sertifikasi profesi (LSP) Pramindo Yogyakarta bersama Kompepar Kabupaten Pangandaran dan HPI Pangandaran, bagi yang telah bersertifikat HPI Pangandaran membuka kesempatan untuk menginjak jenjang selanjutnya sebagai parmuwisata yang berlisensi dari HPI.
Kios Relokasi Pedagang Pantai Mulai Di Bangun

Kios Relokasi Pedagang Pantai Mulai Di Bangun


Minggu, 14 Mei 2017 11:57 WIB
Program relokasi yang merupakan bagian dari rencana besar penataan ruang di kawasan wisata utama Kabupaten Pangandaran selama tahun anggaran 2017 terus di geber, salah satunya adalah penataan pedagang pantai yang sesuai pendataan terakhir berjumlah 1.389 pedagang, yang akan di relokasi di 4 tempat berbeda di daerah wisata Pangandaran kini kios-kios tersebut tengah dimulai pembangunanya, dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2017 ini.
Flying Fox Atraksi Wisata Baru Di Desa Wisata Margacinta

Flying Fox Atraksi Wisata Baru Di Desa Wisata Margacinta


Senin, 17 April 2017 12:38 WIB
Setelah ramai dengan jembatan pelangi nya, desa wisata Margacinta tak berhenti terus melakukan inovasi atraksi wisata, selain berdiri terlebih dahulu kampung Badud sebagai kawasan budaya, taman Leretan dengan segala kaunikanya mulai dari menara selfie, ruang DNA, dan yang lainya, kini atraksi Flying fox pun di melengkapi kesemuanya itu.