Sebanyak 1.229 jiwa di Kabupaten Pangandaran terdampak kekeringan. BPBD telah menyalurkan 15.000 liter air bersih ke tiga kecamatan dan mengantisipasi potensi meluasnya krisis air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran secara resmi mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring dengan masuknya musim kemarau di wilayah tersebut. Warga diminta mengantisipasi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mulai bijak dalam menggunakan persediaan air bersih.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperkirakan bahwa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau di Pangandaran akan terjadi secara bertahap mulai bulan Mei 2024 dan berlanjut beberapa bulan ke depan.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran melaksanakan Shalat Istisqa (Meminta Hujan), dan berdoa bersama memohon agar diturunkan hujan siang tadi di Lapang Alun-Alun Parigi. Selasa, (24/9/2019).
Memasuki musim dingin, di Pantai Timur Pangandaran setiap sore para nelayan disibukan dengan aktifitas memanen ikan, setidaknya 1 ton ikan layang di hasilkan sekali berangkat.
Musim dingin yang terjadi di Pangandaran diakibatkan oleh fenomena monsoon dingin di Autralia yang dirasakan masyarakat pulau jawa bagian selatan.
Pada musim kemarau kali ini menjadi berkah bagi nelayan di Kabupaten Pangandaran, pasalnya tangkapan nelayan Pantai Pangandaran pada bulan Juni ini sangat melimpah.
