Sekolah Diminta Tegas Awasi MBG, Disdikpora Pangandaran: Tolak Makanan Basi Tanpa Ragu


Sekolah Diminta Tegas Awasi MBG, Disdikpora Pangandaran: Tolak Makanan Basi Tanpa Ragu

PANGANDARAN - Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah. Sekolah diminta tidak ragu menolak makanan yang dinilai tidak layak, terutama yang sudah basi.

 
Kepala Disdikpora Pangandaran, Soleh Supriadi, menyebut pihak sekolah merupakan garda terdepan dalam memastikan kualitas makanan yang diterima peserta didik.
 
“Saya pikir guru dan kepala sekolah jangan takut ketika menemukan ada menu MBG yang tidak sesuai, apalagi yang basi. Tolak saja, jangan takut,” ujar Soleh saat ditemui di SD Negeri 2 Ciganjeng, Selasa (31/3/2026).
 
Ia menegaskan, keberanian sekolah dalam mengkritisi kualitas makanan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan siswa. Karena itu, setiap temuan makanan yang tidak layak diminta segera dilaporkan kepada Disdikpora.
 
“Silakan laporkan ke kami. Nanti kami akan responsif mendatangi sekolah dan SPPG untuk melakukan perbaikan ke depannya,” katanya.
 
Selain pengawasan langsung, Disdikpora juga mendorong transparansi publik melalui media sosial. Sekolah dipersilakan mengunggah menu MBG yang diterima, baik dalam kondisi baik maupun bermasalah.
 
Langkah ini, menurut Soleh, sejalan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami yang mendorong keterbukaan informasi kepada masyarakat.
 
“Silakan diunggah. Tapi harus berimbang. Kalau bagus, beri apresiasi. Kalau kurang layak, boleh dikritisi,” ucapnya.
 
Disdikpora berharap langkah tegas ini mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG ke depan, sekaligus memperkuat pengawasan langsung di sekolah agar kejadian makanan tidak layak konsumsi tidak terulang.
 





Pendidikan Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini