Upah Pekerja Tersendat, Proyek Kampung Nelayan Merah Putih Pangandaran Molor
Oleh Amin Pnd | Rabu, 14 Januari 2026 12:59 WIB | 63 Views
PARIGI - Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, yang didanai APBN 2025 senilai Rp10,6 miliar, belum rampung meski telah melewati batas waktu kontrak. Paket konstruksi yang juga mencakup Kabupaten Garut ini dikerjakan selama 106 hari kalender, terhitung sejak 13 September hingga 31 Desember 2025.
Progres fisik proyek yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu diperkirakan baru mencapai sekitar 75 persen.
Berdasarkan papan proyek, KNMP Pangandaran dibangun di atas lahan seluas 1,327 hektare termasuk bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dari total hamparan 1,8 hektare milik Desa Karangjaladri.
Namun di lapangan, pekerjaan disebut tersendat. Sejumlah pekerja konstruksi mengeluhkan keterlambatan pembayaran upah yang sudah berlangsung sekitar dua pekan. Selain itu, keterlambatan material membuat aktivitas pembangunan praktis terhenti di beberapa titik.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, Ridwan Mulyadi, membenarkan bahwa KNMP merupakan program prioritas nasional yang pelaksanaannya dikerjakan oleh pihak ketiga.
“Kami hanya sebagai penerima manfaat. Untuk teknis pembangunan, kami tidak mengetahui detailnya,” ujar Ridwan, Rabu (14/1/2026).
Ridwan menjelaskan, KNMP dirancang untuk mentransformasi kampung nelayan tradisional menjadi kawasan perikanan modern, produktif, dan terintegrasi dari hulu ke hilir. Program ini menyesuaikan potensi dan kondisi spesifik daerah dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan serta menjadikan kawasan pesisir sebagai pusat ekonomi perikanan berdaya saing.
“Kampung ini bukan hanya sentra pendaratan ikan, tetapi kawasan terpadu yang menghubungkan aktivitas penangkapan, pengolahan, logistik rantai dingin, hingga kuliner berbasis hasil laut,” katanya.
KNMP merupakan program prioritas pemerintah pusat untuk mendorong kemandirian masyarakat pesisir dan dibangun di sejumlah daerah di Indonesia. Di Pangandaran, proyek ini berlokasi di jalur pantai Batu Hiu–Bojongjalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi.