Sejumlah warga dan pelaku usaha lokal di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pananjung Dua, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, mengeluhkan minimnya keterlibatan pemasok lokal dalam pengadaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka menilai kebutuhan dapur justru lebih banyak dipasok dari luar daerah meski tersedia alternatif dengan harga lebih murah dari warga setempat.
Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pangandaran dipastikan berjalan lancar tanpa kendala. Meski demikian, seluruh kegiatan pelayanan akan dihentikan sementara mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026 mengikuti masa libur sekolah sesuai kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN).
Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) tidak memengaruhi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran. Seluruh layanan pemenuhan gizi yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berjalan normal dan terus melayani masyarakat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, menegaskan seluruh kader partainya di daerah itu tidak terlibat dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sikap tersebut ditegaskan menyusul munculnya berbagai keluhan masyarakat terkait kualitas menu MBG.
Dalam rangka percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kabupaten Pangandaran melakukan monitoring pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini difokuskan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Mangunjaya dan Padaherang.
