SPPG Pangandaran Tetap Beroperasi Normal, Libur Sementara Ikuti Kalender Sekolah
Oleh Amin Pnd | Sabtu, 20 Juni 2026 14:06 WIB | 43 Views
PANGANDARAN – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pangandaran dipastikan berjalan lancar tanpa kendala. Meski demikian, seluruh kegiatan pelayanan akan dihentikan sementara mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026 mengikuti masa libur sekolah sesuai kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN).
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Pangandaran, Gugun Wiguna, mengatakan saat ini bantuan pemerintah untuk mendukung operasional SPPG telah berjalan dengan baik sehingga tidak ada hambatan berarti dalam pelaksanaan program di lapangan.
“Sekarang mah tidak ada kendala,” ujar Gugun saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Gugun, penghentian sementara operasional SPPG dilakukan berdasarkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 yang mengatur penghentian kegiatan selama masa libur sekolah, yakni mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026.
Ia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan pimpinan Badan Gizi Nasional yang menyesuaikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kalender pendidikan.
“Operasional diliburkan karena mengikuti hari libur sekolah. Itu sesuai arahan pimpinan di BGN,” katanya.
Gugun menegaskan seluruh SPPG di Kabupaten Pangandaran akan mematuhi ketentuan tersebut. Menurutnya, kepala SPPG di daerah berperan sebagai pelaksana kebijakan yang telah ditetapkan secara nasional.
“Respon teman-teman di SPPG tentu mengikuti arahan wakil kepala badan. Kepala SPPG di daerah hanya sebatas pelaksana, sehingga mau tidak mau harus mengikuti aturan,” ucapnya.
Meski terdapat jeda operasional, penghentian sementara ini bukan merupakan hambatan dalam pelaksanaan program. Kebijakan tersebut justru menjadi bagian dari proses evaluasi dan penguatan sistem agar Program Makan Bergizi Gratis ke depan semakin efektif, akuntabel, dan tepat sasaran bagi para penerima manfaat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi dengan sekolah-sekolah guna memastikan pelaksanaan program berjalan optimal.
“Alhamdulillah, koordinasi antara sekolah dan pihak SPPG saat ini mulai ada perbaikan,” ujar Soleh.