Rangkaian Acara Hajat Laut Pangandaran Libatkan Pelajar Lewat Lomba Seni dan Sastra
Senin, 15 Juni 2026 11:22 WIB | 20 Views
PANGANDARAN - Kegiatan menyambut Hajat Laut yang puncaknya digelar pada 1 Muharam 1448 Hijriah atau Selasa (16/6/2026), diisi dengan berbagai perlombaan bertema "Budaya Terawat, Aqidah Terjaga".
Salah satu rangkaian acara hajat laut yang menarik perhatian adalah lomba melukis dan mengarang cerita. Kegiatan tersebut diikuti pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA dengan total hadiah mencapai Rp122 juta, Senin 15 Juni 2026.
Pelaksanaan lomba juga terbilang unik karena berlangsung di kawasan pesisir Pantai Pangandaran, memanfaatkan area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) serta ruang-ruang teduh di bawah pepohonan.
Tokoh masyarakat Pangandaran, Susi Pudjiastuti, mengatakan Hajat Laut tahun ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur atas hasil laut para nelayan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kreativitas dan kecintaan pelajar terhadap daerahnya.
"Anak-anak Pangandaran harus mencintai kampung halamannya sendiri. Mereka perlu memahami esensi kegiatan ini dan bangga terhadap daerahnya," ujar Susi usai membuka kegiatan lomba bagi pelajar, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, Pantai Pangandaran memiliki daya tarik yang sulit dilupakan. Karena itu, generasi muda perlu memiliki rasa bangga dan tanggung jawab untuk menjaga daerahnya.
Selain lomba bagi pelajar, panitia juga menggelar sejumlah perlombaan untuk nelayan dan masyarakat pesisir sebagai bagian dari rangkaian Hajat Laut.
Susi berharap keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut dapat menjadi upaya regenerasi dalam menjaga kelestarian budaya dan lingkungan Pangandaran.
"Pantainya harus tetap bersih, indah, dan tertata sehingga nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan sedikitnya terdapat 16 cabang lomba yang digelar untuk pelajar dalam rangka menyambut Hajat Laut tahun ini.
Menurut Jeje, lomba seperti melukis dan mengarang cerita bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan budaya lokal sejak usia dini.
"Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan memahami keindahan Pangandaran dan memiliki rasa cinta terhadap budaya serta daerahnya. Nilai-nilai itu penting untuk membentuk generasi penerus yang memiliki rasa memiliki terhadap tanah kelahirannya," ujarnya.