Pergantian Kepala BGN Tak Ganggu Program MBG di Pangandaran, 55 SPPG Tetap Beroperasi


Pergantian Kepala BGN Tak Ganggu Program MBG di Pangandaran, 55 SPPG Tetap Beroperasi

PANGANDARAN - Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) tidak memengaruhi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran. Seluruh layanan pemenuhan gizi yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berjalan normal dan terus melayani masyarakat.

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Pangandaran, Gugun, menegaskan bahwa perubahan pimpinan di tingkat nasional tidak berdampak terhadap operasional program di daerah. Menurutnya, mekanisme pelayanan telah berjalan sesuai sistem yang telah ditetapkan pemerintah.

“Siapa pun yang memimpin BGN, pelaksanaan program melalui SPPG di daerah tetap berjalan sebagaimana mestinya dan tidak terpengaruh oleh pergantian tersebut,” kata Gugun saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (3/6/2026).

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Naniek S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Dadan Hindayana. Meski terjadi pergantian pucuk pimpinan, Gugun memastikan tidak ada perubahan terhadap jalannya program MBG di Pangandaran.

Saat ini terdapat 55 unit SPPG yang telah beroperasi dan tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Pangandaran. Unit-unit tersebut menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat.

Selain itu, tiga unit SPPG tambahan juga sedang dipersiapkan untuk mulai beroperasi dalam waktu dekat. Ketiganya berada di wilayah Kecamatan Padaherang, Kalipucang, dan Langkaplancar.

“Dalam waktu dekat akan ada penambahan tiga SPPG baru. Jika seluruhnya sudah aktif, total unit yang beroperasi di Pangandaran menjadi 58 SPPG,” ujarnya.

Di tengah pengembangan layanan tersebut, Gugun menegaskan pengawasan terhadap seluruh unit SPPG tetap dilakukan secara ketat. Setiap penyelenggara diwajibkan memenuhi ketentuan administratif maupun teknis yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia menjelaskan, sejumlah persyaratan masih dalam proses penyempurnaan karena pada tahap awal pelaksanaan program dilakukan secara cepat untuk memperluas jangkauan penerima manfaat.

“Beberapa persyaratan memang masih dalam tahap pemenuhan. Saat program mulai berjalan, fokus utama adalah percepatan pelayanan. Kini sambil operasional berlangsung, seluruh dokumen dan ketentuan terus dilengkapi sesuai regulasi,” jelasnya.

Gugun mengungkapkan bahwa beberapa dokumen penting, seperti Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), masih dalam proses penyelesaian. Namun kondisi tersebut telah dikomunikasikan kepada seluruh mitra penyelenggara.

“SLF masih dalam proses. Begitu pula sejumlah dokumen lainnya yang menjadi syarat operasional. Semua sudah dikoordinasikan dengan pihak mitra,” katanya.

Meski sejumlah dokumen masih disempurnakan, pelayanan Program Makan Bergizi Gratis kepada masyarakat tetap berlangsung tanpa hambatan. Gugun memastikan proses administrasi yang berjalan tidak mengganggu distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat.

Dengan rencana penambahan tiga unit baru, jaringan layanan gizi di Kabupaten Pangandaran akan semakin luas. Pemerintah daerah pun optimistis program MBG dapat terus berjalan optimal meski terjadi perubahan kepemimpinan di tingkat nasional.





Pernik Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini