Miskomunikasi Picu Simpang Siur Informasi, Bupati Pangandaran Minta Evakuasi Batubara Segera Dituntaskan
Oleh Amin Pnd | Kamis, 06 Agustus 2026 15:59 WIB | 34 Views
PANGANDARAN - Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menegaskan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan tumpahan batubara sepakat agar proses evakuasi batubara di perairan Pangandaran segera diselesaikan. Hal itu disampaikan usai rapat koordinasi bersama pihak perusahaan, asuransi, dan pihak terkait untuk membahas percepatan penyelesaian permasalahan tersebut di pendopo, Kamis (6/8/2026).
Menurut Citra, dalam rapat tersebut terdapat dua fokus utama yang menjadi perhatian, yakni percepatan pengangkatan batubara dan penyelesaian ganti rugi bagi pihak yang terdampak. Ia menjelaskan, proses ganti rugi dari pihak asuransi masih menunggu hasil perhitungan dari kementerian sebelum besaran kompensasi dapat ditentukan.
Meski demikian, Citra menyebutkan bahwa kerugian yang bersifat langsung, seperti kerusakan jaring milik nelayan, telah mendapat penggantian dari pihak terkait.
Ia mengungkapkan, kendala utama yang ditemukan dalam penanganan selama ini bukan pada proses evakuasi, melainkan kurangnya koordinasi dan penyampaian informasi kepada pemerintah daerah. Akibatnya, muncul berbagai informasi yang simpang siur di masyarakat, termasuk anggapan bahwa yang diangkat hanya tongkang tanpa melakukan evakuasi batubara.
Padahal, berdasarkan hasil rapat koordinasi, proses evakuasi yang dilakukan selama ini telah berjalan sesuai prosedur. Karena itu, Citra meminta pihak perusahaan maupun asuransi meningkatkan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran agar informasi yang diterima masyarakat lebih jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Koordinasi informasi kepada pemerintah daerah harus lebih baik agar tidak menjadi bola liar. Hasil rapat menunjukkan proses yang dilakukan sebenarnya sudah benar, hanya koordinasinya yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Terkait target penyelesaian evakuasi, Citra mengatakan belum dapat memastikan waktu pelaksanaannya karena sangat bergantung pada kondisi cuaca di perairan selatan Pangandaran yang dinilai memiliki karakteristik berbeda dengan wilayah lain.
Menurutnya, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi. Ia menegaskan, jangan sampai upaya penyelamatan justru menimbulkan korban baru.
Meski belum ada kepastian waktu penyelesaian, Citra memastikan proses pengangkatan batubara akan terus dilanjutkan hingga tuntas dengan tetap mengutamakan keselamatan para petugas di lapangan.