Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, meminta pemerintah daerah segera membentuk satuan tugas (satgas) untuk menangani dampak tumpahan batu bara di perairan Pangandaran. Langkah tersebut dinilai penting agar pencemaran tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap lingkungan maupun masyarakat dapat diminimalisir.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, melontarkan kritik keras terhadap lambannya respons pemerintah dalam menangani dugaan pencemaran limbah batu bara yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) di perairan Pangandaran.
Tumpahan batu bara dari kapal Tongkang Nautica 22 di perairan Sukaresik hingga Batu Hiu, Kabupaten Pangandaran, menarik perhatian warga. Di tengah minimnya informasi mengenai dampak material tersebut, sejumlah warga terlihat mengambil batu bara yang terdampar di pesisir untuk dibawa pulang dan digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga.
Upaya penanganan kapal Tongkang Nautica 22 yang kandas dan terbalik di pesisir Pantai Pangandaran masih terus berlangsung. Proses evakuasi kapal beserta penanggulangan tumpahan batu bara di lokasi kejadian hingga kini menghadapi kendala cuaca ekstrem yang terjadi di perairan setempat.
Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Pangandaran memasang garis polisi (police line) di kawasan pesisir Pantai Sukaresik, Kabupaten Pangandaran, Jumat (19/6/2026), guna mengamankan lokasi kapal tongkang pengangkut batu bara dan mendukung proses penyelidikan yang tengah berlangsung.
Sebuah kapal tongkang bermuatan batu bara terpaksa dikandaskan di perairan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, akibat mengalami sejumlah masalah teknis. Insiden tersebut memicu tumpahan batu bara yang mencemari perairan pesisir dan berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan setempat.
Tumpahan batu bara dari kapal tongkang yang sengaja didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, memicu kekhawatiran serius terhadap kelestarian ekosistem pesisir dan mata pencaharian nelayan. Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran mendesak pemerintah daerah segera memfasilitasi penanganan dan meminta pihak terkait bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Sebuah tongkang bermuatan sekitar 80.000 ton batu bara yang ditarik Tugboat Titan 33 sengaja didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Awalnya tongkang itu mengalami trouble di kawasan perairan pantai Batukaras.
Sebuah kapal tugboat yang menarik tongkang bermuatan batu bara terpaksa melakukan lego jangkar di perairan Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran, setelah mengalami gangguan teknis dan dihantam cuaca ekstrem saat pelayaran dari Palembang menuju Cilacap, Jawa Tengah. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan hingga Rabu (17/6/2026), kapal masih berada di perairan Batukaras menunggu proses perbaikan.
Sebuah tongkang bernama Titan yang mengangkut batu bara dari Palembang menuju Cilacap, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami kebocoran dan kemiringan muatan saat berlayar di perairan Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Selasa (16/6/2026).
