Sebanyak 1.229 jiwa di Kabupaten Pangandaran terdampak kekeringan. BPBD telah menyalurkan 15.000 liter air bersih ke tiga kecamatan dan mengantisipasi potensi meluasnya krisis air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran secara resmi mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring dengan masuknya musim kemarau di wilayah tersebut. Warga diminta mengantisipasi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mulai bijak dalam menggunakan persediaan air bersih.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menegaskan akan segera menurunkan tim untuk melakukan survei dan melengkapi berbagai kekurangan sarana mitigasi bencana yang dibutuhkan Kabupaten Pangandaran, khususnya terkait sistem peringatan dini tsunami.
Getaran gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 yang terjadi saat warga masih terlelap tidur sempat membuat sebagian masyarakat Pangandaran kaget, Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.
Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin dorong mitigasi pohon rawan tumbang usai kecelakaan warga akibat ranting jatuh di jalur wisata.
Mengantisipasi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Pangandaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pangandaran berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan upaya mitigasi bencana. Kegiatan tersebut meliputi pemeliharaan dan pemangkasan pohon serta perbaikan penerangan jalan umum (PJU) di Blok Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Kamis (29/1/2026). Kepala Dinas Perhubungan Pangandaran, Nana Sukarna, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjaga keselamatan transportasi darat sekaligus memastikan fungsi PJU tetap optimal.
Pangandaran - Sejumlah perwakilan guru dari sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Pangandaran mengikuti edukasi mitigasi kebencanaan yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran. Sabtu (24/8/24).
Pangandaran - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak perlu panik menyikapi isu potensi gempa Megathrust yang tengah menjadi perhatian publik. Kepala BPBD Pangandaran, Untung Saeful Rokhman, menegaskan bahwa kepanikan hanya akan memperburuk situasi.
Beberapa wilayah di Jawa Barat (Jabar) mengalami penurunan curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Namun, distribusi hujan masih tidak merata di seluruh wilayah Jabar.
Gencarnya pemberitaan tentang potensi gempa Megathrust magnitudo (M) 9,1 yang dapat memicu Tsunami hingga 20 meter di selatan Pulau Jawa yang dimodelkan oleh ahli ITB, hal tersebut memicu kepanikan masyarakat.
