Tarif Watersport Pantai Pangandaran Resmi Distandarisasi Mulai 1 April 2026, Ini Daftar Harganya
Oleh Amin Pnd | Kamis, 02 April 2026 14:00 WIB | 24 Views
PANGANDARAN - Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama pelaku usaha watersport resmi menetapkan standar tarif wahana wisata bahari di Pantai Pangandaran. Kebijakan ini mulai berlaku efektif 1 April 2026 guna menjamin kepastian harga, keselamatan, dan kualitas layanan bagi wisatawan.
Penetapan tarif tersebut tertuang dalam surat edaran hasil musyawarah antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, dengan mempertimbangkan kenaikan biaya operasional, perawatan alat, serta peningkatan standar keselamatan.
Dalam aturan terbaru, tarif sejumlah wahana telah diseragamkan. Banana boat dipatok Rp50 ribu per orang, paket tiga permainan Rp100 ribu per orang, jetski Rp450 ribu per 15 menit, jetcar Rp500 ribu per 15 menit, parasailing Rp750 ribu per trip, flying fish Rp500 ribu per trip, dan play board Rp1,5 juta per trip.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, mengatakan kebijakan ini bukan sekadar penyesuaian harga, melainkan langkah strategis menjaga kualitas layanan wisata.
“Penetapan tarif ini sudah melalui kesepakatan bersama dengan pelaku usaha, terutama mempertimbangkan aspek keselamatan wisatawan dan keberlanjutan usaha,” ujarnya, Senin (31/3/2026).
Menurut Sarlan, standar harga yang seragam penting untuk menghindari disparitas tarif di lapangan yang selama ini kerap membingungkan wisatawan.
“Dengan adanya kepastian harga, wisatawan lebih nyaman, dan pelaku usaha terdorong meningkatkan kualitas pelayanan,” tambahnya.
Selain itu, seluruh penyedia jasa watersport diwajibkan memperbarui informasi tarif pada setiap media promosi, baik langsung maupun digital, sesuai waktu pemberlakuan kebijakan.
Pemerintah daerah juga memastikan tarif tersebut sudah termasuk pajak dan asuransi, sehingga wisatawan dapat menikmati wahana dengan aman dan nyaman.
Melalui kebijakan ini, Pemkab Pangandaran berharap kepercayaan wisatawan meningkat dan sektor pariwisata bahari di daerah tersebut tumbuh secara berkelanjutan tanpa drama “harga tembak di tempat” yang bikin dompet ikut olahraga ekstrem.