Proyek IPAL Rp600 Juta di Pantai Barat Pangandaran Belum Rampung


Proyek IPAL Rp600 Juta di Pantai Barat Pangandaran Belum Rampung

PANGANDARAN – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Pantai Barat Pangandaran yang menelan anggaran sekitar Rp600 juta tak kunjung selesai meski telah melewati batas waktu tahun anggaran 2025, sehingga memicu sorotan dan desakan agar segera dirampungkan sebelum libur Idul Fitri 2026.

 
Pantauan di lokasi pembangunan, tepatnya di sekitar Pos 1 Pantai Barat Pangandaran, area proyek tampak tertutup tenda dan pagar seng. Tak terlihat aktivitas pekerja maupun papan informasi proyek sebagaimana lazimnya pekerjaan konstruksi pemerintah. Kondisi itu menimbulkan kesan kumuh di salah satu titik strategis kawasan wisata andalan daerah.
 
Keterlambatan proyek tersebut diduga akibat minimnya fungsi pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran, khususnya Bidang Cipta Karya yang menangani pekerjaan IPAL tersebut.
 
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, sebelumnya telah meninjau lokasi proyek dan menyoroti lambannya progres pembangunan. Ia bahkan memerintahkan agar pekerjaan IPAL diselesaikan sebelum momentum libur Hari Raya Idul Fitri, mengingat kawasan tersebut menjadi pusat kunjungan wisatawan.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPRKP Kabupaten Pangandaran, Nanang Heryanto, saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu menyatakan bahwa proyek IPAL seharusnya rampung pada 2025. Namun karena belum selesai, pekerjaan tersebut dikenakan denda melalui adendum selama 50 hari.
 
Menurut Nanang, pembangunan IPAL yang mengalirkan limbah dari permukiman warga di kawasan perhotelan itu berada di bawah kewenangan Bidang Cipta Karya.
 
Di sisi lain, keberadaan pagar pembatas proyek turut berdampak pada aktivitas pedagang di sekitar pantai. Adit, salah seorang pedagang, mengaku tidak dapat berjualan secara optimal akibat lapaknya terhimpit pagar proyek.
 
“Saat libur Natal dan Tahun Baru kemarin saja saya tidak bisa jualan, karena lapak dagangan terhimpit pagar proyek,” ujar Adit, Senin (2/3/2026).
 
Ia menambahkan, hingga kini belum terlihat aktivitas pekerjaan lanjutan di lokasi. Bahkan, menurutnya, sempat ada bagian konstruksi yang ambruk akibat terhempas ombak saat pasang air laut.
 
Para pedagang berharap proyek IPAL tersebut segera dirampungkan agar kawasan kembali tertata dan mereka dapat kembali mencari nafkah, terlebih menjelang lonjakan kunjungan wisata saat libur Lebaran nanti.





Pernik Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini