Menjaga Kamtibmas Sejak Fajar, Polres Pangandaran Sapa Warga di Waktu Subuh
Oleh Amin Pnd | Selasa, 27 Januari 2026 00:07 WIB | 31 Views
PANGANDARAN - Fajar belum sepenuhnya merekah ketika langkah-langkah jamaah mulai memenuhi Masjid Istiqmal, Cikembulan. Udara masih dingin, suasana hening, dan percakapan berjalan pelan. Di antara saf shalat Subuh, tampak sosok yang tak asing bagi warga, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari. Tanpa seremoni, tanpa jarak, ia berdiri sejajar dengan jamaah, menyatu dalam keheningan ibadah.
Pemandangan itulah yang menjadi wajah nyata program Subuh Keliling, sebuah ikhtiar Kepolisian Resor Pangandaran untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat bahkan sebelum sebagian besar aktivitas harian dimulai. Pada Selasa, 27 Januari 2025, kegiatan tersebut kembali digelar, bukan di ruang rapat atau kantor berpendingin udara, melainkan di rumah ibadah yang menjadi pusat denyut sosial warga.
Usai shalat berjamaah, suasana masjid berubah hangat. Dialog santai pun mengalir antara Kapolres, tokoh agama, dan masyarakat. Tak ada podium tinggi, tak ada naskah panjang. Yang ada hanyalah percakapan jujur tentang keamanan lingkungan, keresahan warga, hingga harapan akan kampung yang lebih tenang saat malam tiba.
Bagi AKBP Ikrar Potawari, Subuh Keliling bukan sekadar agenda rutin. Program ini merupakan bagian dari Cooling System, pendekatan preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
“Kami ingin Polri hadir bukan hanya saat ada masalah. Di waktu Subuh, komunikasi terasa lebih tulus, lebih cair, tanpa sekat birokrasi,” ujarnya. Waktu fajar, bagi Kapolres, adalah ruang paling jujur untuk mendengar dan didengar, Selasa (27/1/2026).
Di balik nuansa religius, kegiatan ini juga menyentuh persoalan nyata. Warga menyampaikan keluhan terkait gangguan kamtibmas pada malam hari, kekhawatiran terhadap peredaran narkoba, hingga minimnya penerangan jalan. Semua disampaikan langsung, tanpa perantara, tanpa harus membuat laporan berlembar-lembar.
Selain menyerap aspirasi, jajaran Polres Pangandaran juga memberikan edukasi kamtibmas. Jamaah diingatkan untuk tetap waspada terhadap hoaks serta kejahatan konvensional seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor—kejahatan klasik yang sering muncul ketika lengah.
Ketua DKM Masjid Istiqmal mengaku terkesan dengan konsistensi Kapolres dan jajarannya yang turun langsung ke lapangan di waktu Subuh. Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian di jam yang tidak biasa justru memberikan rasa aman yang berbeda.
“Kami merasa lebih diperhatikan. Aspirasi soal patroli malam dan penerangan jalan langsung ditanggapi. Itu jarang terjadi,” ungkapnya.
Subuh Keliling perlahan menjelma menjadi ruang temu antara negara dan warganya tanpa sekat, tanpa formalitas berlebih. Di saat matahari belum sepenuhnya bangun, kepercayaan justru mulai dibangun.
Dengan konsistensi program ini, Polres Pangandaran berharap sinergi dengan masyarakat semakin kuat, menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman dan kondusif, tetapi juga berlandaskan nilai religius dan kebersamaan. Karena keamanan, seperti Subuh, memang paling bermakna ketika dijaga sejak awal.