THR Nelayan, KUD Minasari Pangandaran Bagikan Cengcelengan
Oleh Amin Pnd | Rabu, 11 Maret 2026 10:58 WIB | 19 Views
PANGANDARAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari membagikan simpanan khusus yang dikenal dengan sebutan Cengcelengan kepada para nelayan yang menjadi anggotanya, sekaligus menyalurkan bingkisan Lebaran sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi para nelayan.
Ketua KUD Minasari, Jeje Wiradinata, menyampaikan bahwa tradisi pembagian tabungan tersebut merupakan bentuk perlindungan ekonomi sekaligus motivasi bagi para nelayan agar terus aktif berkoperasi. Total dana yang dikelola dan dibagikan pada tahun ini mencapai Rp1 miliar.
“Hari ini kita membuka Cengcelengan. Mengapa disebut demikian? Jika di bank disebut tabungan, di KUD tabungan ini melekat langsung pada setiap transaksi nelayan. Setiap kali mereka menjual ikan, sebagian dari hasilnya otomatis disisihkan untuk ditabung,” ujar Jeje saat ditemui di sela kegiatan, Rabu (11/3).
Jeje menjelaskan, sistem Cengcelengan ini dirancang agar tidak memberatkan anggota. Tabungan tersebut terakumulasi secara otomatis melalui potongan kecil dari hasil tangkapan yang dijual nelayan melalui KUD. Dengan sistem tersebut, para nelayan dapat menerima dana segar saat kebutuhan pokok meningkat menjelang hari raya.
Jumlah dana yang diterima setiap nelayan pun bervariasi, tergantung pada intensitas transaksi mereka selama satu tahun.
“Ada yang menerima Rp2 juta, Rp3 juta, bahkan lebih. Dana ini sangat membantu, apalagi sebelumnya pada awal Ramadan mereka juga telah menerima pembagian serupa,” tambah Jeje.
Bagi para anggota, bantuan ini hadir pada waktu yang sangat tepat. Sunarsih, salah satu anggota KUD Minasari dari Perum Nelayan Parapat, mengungkapkan rasa syukurnya. Meski pendapatan dari hasil melaut dalam setahun terakhir mengalami penurunan drastis, tabungan Cengcelengan ini menjadi penopang ekonomi bagi keluarganya.
“Alhamdulillah, sangat bermanfaat. Setahun ini hasil tangkapan ikan sedang sedikit, istilah orang Sunda paila atau paceklik. Jadi, tabungan ini sangat membantu,” ujar Sunarsih sambil menunjukkan bingkisan Lebaran yang diterimanya.
Selain menerima uang tunai dari tabungan, para nelayan juga mendapatkan paket bingkisan berisi kebutuhan pokok. “Isinya ada biskuit kaleng, sirup, kopi, susu, dan gula. Ini sangat berarti untuk kebutuhan Lebaran nanti,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Jeje menekankan bahwa peran KUD Minasari tidak hanya sebagai tempat menabung bagi para nelayan. Di tengah fluktuasi harga komoditas laut, seperti ikan kue yang melonjak dari sekitar Rp4.000 menjadi hampir Rp14.000 akibat kelangkaan menjelang Lebaran, KUD berperan menjaga stabilitas ekonomi anggotanya.
Selain itu, dana yang dikelola KUD juga dialokasikan untuk memberikan jaminan sosial bagi para nelayan.
“Meskipun simpanannya mungkin hanya sekitar Rp100.000, jika anggota meninggal dunia, ada santunan hingga Rp10 juta. Jika anaknya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tersedia bantuan beasiswa sebesar Rp5 juta. Inilah kekuatan dana yang kita kelola bersama secara sehat tanpa utang,” tegas Jeje.
Jeje, yang telah memimpin KUD Minasari selama 14 tahun, berharap model pengelolaan ekonomi kerakyatan ini dapat menjadi contoh bagi komunitas koperasi lainnya di Indonesia. Menurutnya, koperasi harus menjadi benteng pertahanan ekonomi bagi masyarakat kecil, khususnya nelayan yang memiliki risiko kerja tinggi.