Peringati 20 Tahun Tsunami, Ada Simulasi Bencana Serentak di SMAN 1 Pangandaran
Oleh Amin Pnd | Jum'at, 17 Juli 2026 14:44 WIB | 21 Views
PANGANDARAN, mypangandaran.com – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menggelar simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami secara serentak yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Pangandaran, bersama BPBD dan Pihak Terkait lainnya
Kegiatan edukatif ini digelar bertepatan dengan momen bersejarah peringatan dua dekade (20 tahun) tragedi tsunami dahsyat yang pernah melanda kawasan Pangandaran pada 17 Juli 2006 silam.
Edukasi Guna Memangkas Risiko Korban Jiwa
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menegaskan bahwa simulasi ini menjadi instrumen penting agar masyarakat tidak lagi gagap dan terkejut saat menghadapi situasi darurat. Berkaca pada peristiwa kelam 20 tahun lalu, minimnya literasi bencana menjadi salah satu pemicu tingginya angka fatalitas.
"Gempa saat itu berkekuatan 7,7 magnitudo. Sebenarnya gempanya tidak begitu besar, tetapi disusul dengan tsunami yang begitu dahsyat hingga mengakibatkan lebih dari 600 jiwa meninggal dunia," ujar Citra Pitriyami di sela-sela kegiatan simulasi, Jumat (17/7/2026).
"Banyaknya korban kala itu dianggap karena faktor keterkejutan dan ketidaktahuan masyarakat dalam menghadapi bencana," tambahnya.
Fokus Edukasi di Sektor Pendidikan
Untuk memutus mata rantai ketidaktahuan tersebut, Pemkab Pangandaran memilih lingkungan sekolah sebagai pusat simulasi. Harapannya, para siswa dapat menjadi agen mitigasi yang mampu menyelamatkan diri sendiri serta mengedukasi keluarga terdekat mereka.
- Lokasi Utama: SMA Negeri 1 Pangandaran (menjadi pusat gerakan simulasi serentak).
- Sasaran Utama: Para pelajar dan tenaga pendidik.
- Tujuan Kegiatan: Melatih respons cepat, mengenali jalur evakuasi, dan memahami langkah penyelamatan diri saat alarm bencana berbunyi.
Harapan Pemkab Pangandaran
Menutup penjelasannya, Bupati Citra berharap kegiatan simulasi berkala seperti ini dapat terus menumbuhkan budaya siaga bencana di tengah masyarakat Pangandaran.
"Dengan simulasi ini, kami berharap anak-anak kita sejak dini sudah paham dan tahu betul apa yang harus dilakukan secara cepat dan tepat apabila terjadi bencana tsunami," pungkasnya.