Di era digital saat ini, penggunaan telepon genggam, komputer, dan berbagai perangkat elektronik sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat ancaman yang sering luput dari perhatian, yakni gangguan kesehatan mata akibat kebiasaan yang kurang tepat.
Suasana ruang Hemodialisa di RSUD Pandega Pangandaran tampak berbeda pada Kamis (13/05/2026). Sejumlah pasien dan keluarga mengikuti kegiatan NGOBATAN atau Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan yang kali ini mengangkat tema “Pengaturan Pola Makan pada Pasien Gagal Ginjal dengan Terapi Hemodialisa”.
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan yang harus diwaspadai masyarakat di tengah musim penghujan dan cuaca yang tidak menentu. Masyarakat diminta tidak menganggap remeh gejala demam tinggi yang muncul mendadak karena bisa menjadi tanda awal infeksi DBD.
PANGANDARAN – RSUD Pandega Pangandaran bekerja sama dengan PT Nutricia Sarihusada menggelar kegiatan pembentukan Panduan Praktik Klinis (PPK) serta sosialisasi penatalaksanaan stunting. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak secara terpadu.
PANGANDARAN - Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan) yang digelar oleh RSUD Pandega Pangandaran dengan tema “Campak Datang Diam-Diam, Kenali Tandanya!”.
RSUD Pandega Pangandaran rayakan HUT ke-6 dengan tema Raksa Rahayu, perkuat komitmen pelayanan kesehatan dan peningkatan fasilitas.
RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan bahaya membersihkan telinga menggunakan cotton bud yang dapat menyebabkan infeksi hingga gangguan pendengaran.
Saat menjalankan ibadah puasa, pola makan seseorang mengalami perubahan yang cukup signifikan. Perubahan ini dapat menjadi salah satu pemicu meningkatnya asam lambung, terutama jika pola makan dan kebiasaan saat sahur maupun berbuka tidak dijaga dengan baik.
Banyak masyarakat masih beranggapan bahwa pasien yang datang lebih dulu ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) akan mendapatkan pelayanan terlebih dahulu. Padahal, dalam praktik medis di rumah sakit, penanganan pasien di IGD menggunakan sistem triase, yaitu metode pemilahan pasien berdasarkan tingkat kegawatannya.
RSUD Pandega Pangandaran resmi menjalankan program inovatif bertajuk MAPAY PANDEGA (Manajemen Sapa Pasien Pandega) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Program ini menghadirkan manajemen rumah sakit yang turun langsung ke bangsal untuk berdialog dengan pasien secara real-time.
