Dokter RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Bahaya DBD Saat Cuaca Ekstrem
Oleh Amin Pnd | Kamis, 07 Mei 2026 14:00 WIB | 19 Views
PANGANDARAN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan yang harus diwaspadai masyarakat di tengah musim penghujan dan cuaca yang tidak menentu. Masyarakat diminta tidak menganggap remeh gejala demam tinggi yang muncul mendadak karena bisa menjadi tanda awal infeksi DBD.
Dokter umum RSUD Pandega Pangandaran, dr. Clarissa Verina Setiawan, mengatakan masyarakat perlu mengenali gejala awal hingga tanda bahaya DBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Menurutnya, salah satu gejala awal yang paling sering muncul yakni demam tinggi mendadak yang berlangsung selama beberapa hari.
“DBD biasanya diawali demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot, lemas, dan kadang muncul bintik merah di kulit,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat juga harus mewaspadai tanda bahaya DBD yang menandakan kondisi pasien mulai memburuk dan membutuhkan penanganan medis segera.
Beberapa tanda bahaya tersebut di antaranya nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, mimisan atau gusi berdarah, tubuh terasa sangat lemas, tangan dan kaki dingin, hingga penurunan kesadaran.
“Kadang saat demam mulai turun justru pasien memasuki fase kritis. Ini yang sering disalahartikan sudah sembuh,” jelasnya.
dr. Clarissa menegaskan, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius akibat kebocoran plasma darah hingga syok dengue.
Karena itu, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, terutama jika disertai tanda bahaya.
Selain pengobatan, upaya pencegahan juga dinilai penting untuk menekan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Ia mengimbau masyarakat rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui langkah 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Lingkungan yang bersih menjadi kunci utama pencegahan DBD,” pungkasnya.