Nyeri Leher Kerap Dikeluhkan, Fisioterapis RSUD Pandega Pangandaran Ungkap Penyebab dan Cara Penanganannya
Oleh Amin Pnd | Jum'at, 19 Juni 2026 12:40 WIB | 25 Views
PANGANDARAN – Nyeri leher menjadi salah satu keluhan kesehatan yang banyak dialami masyarakat, terutama di tengah meningkatnya penggunaan perangkat elektronik dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kelelahan biasa, melainkan dapat berkaitan dengan gangguan pada otot, saraf, hingga persendian.
Fisioterapis RSUD Pandega Pangandaran, Nuri Syata Lestari, menjelaskan bahwa beberapa faktor yang dapat memicu nyeri leher antara lain spasme atau kekakuan otot, saraf terjepit di area leher (cervical root syndrome), kerusakan sendi akibat proses degeneratif atau spondylosis, serta cedera akibat benturan atau trauma. Penjelasan tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi kesehatan yang berlangsung di Ruang Tunggy Poliklinik RSUD Pandega Pangandaran.
"Setiap penyebab membutuhkan penanganan yang berbeda. Karena itu penting untuk mengetahui sumber keluhannya sebelum menentukan terapi yang tepat," kata Nuri.
Menurutnya, spasme otot merupakan penyebab nyeri leher yang paling sering ditemukan. Kondisi ini umumnya dipicu oleh posisi tubuh yang tidak tepat dalam waktu lama, aktivitas berulang, serta kurangnya peregangan saat bekerja.
Selain menimbulkan rasa nyeri, spasme otot juga dapat menyebabkan leher terasa kaku dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas dan kualitas hidup penderitanya.
Nuri menambahkan, kebiasaan menunduk saat menggunakan telepon seluler, duduk terlalu lama di depan komputer, serta postur tubuh yang kurang ergonomis menjadi faktor risiko yang banyak dijumpai di era digital saat ini.
Untuk membantu mengatasi keluhan tersebut, fisioterapi dapat menjadi salah satu pilihan penanganan. Melalui pemeriksaan dan terapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien, fisioterapi bertujuan mengurangi nyeri, meningkatkan fleksibilitas, serta mengembalikan fungsi gerak secara optimal.
"Fisioterapi tidak hanya berfokus pada mengurangi rasa sakit, tetapi juga membantu memperbaiki penyebab yang mendasarinya agar keluhan tidak mudah kambuh," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila nyeri leher berlangsung dalam waktu lama, semakin berat, atau disertai gejala lain seperti kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan pada lengan dan tangan.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, RSUD Pandega Pangandaran berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan otot dan persendian serta memanfaatkan layanan fisioterapi untuk mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.