Geliat Ekonomi Nelayan Pangandaran Mulai Bangkit Usai Paceklik Panjang
Oleh Amin Pnd | Kamis, 15 Januari 2026 18:00 WIB | 59 Views
PANGANDARAN – Geliat perekonomian nelayan di Kabupaten Pangandaran mulai kembali terasa setelah mengalami paceklik panjang sepanjang tahun 2025. Memasuki awal tahun 2026, hasil tangkapan nelayan perlahan menunjukkan peningkatan seiring membaiknya kondisi cuaca di wilayah perairan setempat.
Cuaca ekstrem yang tidak menentu sepanjang 2025 lalu sempat mengganggu aktivitas melaut dan berdampak langsung pada penghasilan nelayan. Namun, kondisi tersebut kini berangsur pulih. Aktivitas pelelangan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Cikidang Babakan kembali ramai, terutama pada pagi hari saat nelayan menjual hasil tangkapan mereka.
Hadi (42) nelayan asal Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, mengungkapkan bahwa hasil melaut di awal tahun ini mulai menunjukkan perubahan positif. Meski cuaca masih belum sepenuhnya bersahabat, ikan sudah mulai didapat hampir setiap kali melaut.
“Pada bulan Januari ini saya bersama satu orang anak buah kapal hampir setiap melaut mendapatkan ikan, meski jumlahnya belum terlalu banyak. Hari ini dapat ikan layur, montok, dan udang. Kalau dijual kurang lebih bisa jadi lima ratus ribu rupiah,” ujar Hadi, Kamis (15/1/2026).
Ia menambahkan, penghasilan nelayan saat kondisi sepi berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per melaut. Sementara saat hasil tangkapan melimpah, pendapatan bisa jauh lebih besar.
Sementara itu, aktivitas pelelangan ikan di TPI Cikidang berjalan lancar. Proses transaksi antara bakul dan bakul yang dibantu juru lelang membuat harga ikan relatif stabil dan cenderung meningkat, sehingga memberikan keuntungan bagi nelayan.
Petugas KUD Minasari, Adang Suhendar, mengatakan produksi hasil tangkapan nelayan pada awal Januari ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, tahun 2025 merupakan masa paceklik sehingga saat ini seluruh hasil tangkapan nelayan kembali masuk ke TPI.
“Yang tadinya harga ikan murah, sekarang sudah mulai naik. Ke depannya mudah-mudahan bisa mencapai target,” kata Adang.
KUD Minasari menargetkan perputaran transaksi ramah setiap bulan sebesar Rp3,5 miliar. Namun, kendala yang masih dihadapi saat ini adalah faktor cuaca, terutama angin kencang yang membatasi waktu nelayan melaut.
Dengan harapan kondisi cuaca semakin membaik, nelayan Pangandaran diharapkan dapat kembali meningkatkan kesejahteraan melalui aktivitas penangkapan dan penjualan ikan di tempat pelelangan.