Jejak Kemanusiaan dari Aceh: Kisah Yosep, Relawan PMI Pangandaran yang Pulang dengan Selamat
Oleh Amin Pnd | Rabu, 14 Januari 2026 10:00 WIB | 58 Views
Pangandaran - Langkah Yosep R Firdaus akhirnya menjejak kembali tanah Pasundan. Jumat itu, 9 Januari 2026, bukan sekadar penanda kepulangan seorang pegawai PMI Kabupaten Pangandaran, tetapi juga akhir dari sebuah perjalanan kemanusiaan yang penuh risiko dan sunyi sorotan.
Yosep adalah satu-satunya relawan PMI Pangandaran yang diterjunkan langsung ke lokasi bencana di Aceh. Ia berangkat tanpa gegap gempita, bekerja tanpa kamera, dan pulang membawa cerita yang tak tertulis di laporan resmi: lumpur yang lengket di sepatu, tangis korban yang pecah di pengungsian, serta malam-malam panjang tanpa tidur demi satu tujuan—kemanusiaan.
Di tengah keterbatasan personel, Yosep berdiri di barisan terdepan. Ia menjadi wajah PMI Pangandaran di tanah bencana. Dari menyalurkan bantuan, mendampingi korban, hingga memberi dukungan moril, semuanya dijalani dalam kesunyian. Tidak ada panggung. Tidak ada tepuk tangan. Hanya panggilan nurani yang menuntunnya bertahan.
Saat kembali ke Pangandaran, suasana haru tak terelakkan. Pelukan hangat istri dan anak tercinta menyambut langkahnya. Rindu yang tertahan selama masa penugasan tumpah seketika. Momen sederhana, namun sarat makna—bahwa di balik setiap relawan, ada keluarga yang setia menunggu dengan doa.
“Alhamdulillah sudah kembali dengan selamat. Ini semua untuk kemanusiaan,” ucap Yosep singkat. Nada suaranya rendah hati, seolah apa yang ia lakukan adalah hal biasa. Padahal, tidak semua orang sanggup memilih jalan itu.
Keberangkatan Yosep sebelumnya nyaris luput dari perhatian publik. Namun pengabdiannya nyata. Di saat banyak orang memilih aman, ia justru melangkah ke wilayah terdampak, membawa nama Pangandaran dalam misi kemanusiaan berskala nasional.
Ketua PMI Kabupaten Pangandaran, Joe Irwan Suwarsa, memastikan kepulangan Yosep akan disambut secara resmi oleh keluarga besar PMI.
“Insyaallah kami berencana menggelar syukuran di markas PMI Pangandaran sebagai bentuk rasa syukur atas kepulangan Yosep yang telah menjalankan tugas kemanusiaan dengan baik,” ujar Joe saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat sore.
Menurut Joe, penugasan Yosep bukan perkara ringan. Ia berangkat membawa tanggung jawab besar, mewakili PMI Pangandaran di tengah situasi darurat nasional. Dedikasi dan keselamatannya menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran PMI.
Selama berada di Aceh, Yosep terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kemanusiaan—pendampingan korban, penyaluran bantuan, hingga dukungan moril. Semua dilakukan tanpa sorotan, dengan satu prinsip sederhana: mengutamakan nurani.
“Yang terpenting adalah keselamatan relawan dan manfaat yang dirasakan masyarakat terdampak,” tambah Joe.