RSUD Pandega Ungkap Cara Menjaga Kesehatan Mata, Ingat Aturan 20-20-20 Saat Gunakan Gadget
Oleh Amin Pnd | Selasa, 20 Oktober 2026 08:12 WIB | 59 Views
PANGANDARAN – Dokter Spesialis Mata RSUD Pandega Pangandaran, dr. Mia Rachmawati Novitasari, Sp.M., mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan mata sejak dini guna mencegah gangguan penglihatan yang berisiko mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan dalam program NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan) bertema “Sayangi dan Jaga Penglihatanmu”. Dalam kesempatan itu, dr. Mia membahas berbagai gangguan penglihatan yang dapat dicegah atau ditangani apabila ditemukan sejak awal.
Menurut dr. Mia, gangguan penglihatan masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Padahal, sebagian kasus dapat dicegah, dikoreksi, atau ditangani melalui pemeriksaan dan penanganan yang tepat waktu.
Salah satu gangguan yang sering ditemukan adalah kelainan refraksi atau kelainan ukuran kacamata. Kondisi ini umumnya dapat dikoreksi dengan penggunaan kacamata sesuai hasil pemeriksaan.
Selain itu, terdapat sejumlah penyakit mata yang perlu diwaspadai, di antaranya katarak, glaukoma, dan gangguan mata akibat diabetes. Risiko gangguan penglihatan juga dapat meningkat seiring pertambahan usia serta kondisi kesehatan seseorang.
“Kalau pada anak-anak, gangguan yang sering ditemukan biasanya berkaitan dengan kelainan refraksi. Sementara itu, pada usia dewasa hingga lanjut usia, ada berbagai kondisi lain yang perlu diperhatikan,” jelasnya, Kamis (8/10/2026).
Waspadai Cedera Mata Saat Bekerja
Dr. Mia juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan keselamatan mata ketika bekerja, terutama bagi mereka yang beraktivitas di lingkungan pertanian atau memiliki risiko terkena benda asing.
Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah ulkus kornea, yakni luka pada kornea atau lapisan bening di bagian depan mata. Kondisi ini dapat terjadi akibat cedera atau infeksi, termasuk setelah mata terkena benda asing.
Paparan bagian tanaman, seperti daun atau batang padi saat bekerja di sawah, perlu mendapat perhatian karena dapat menyebabkan cedera mata dan berpotensi memicu infeksi.
Karena itu, masyarakat dianjurkan menggunakan pelindung mata yang sesuai dengan jenis pekerjaan. Apabila mata terkena benda asing dan menimbulkan nyeri, kemerahan, atau gangguan penglihatan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Terapkan Aturan 20-20-20 Saat Menggunakan Gadget
Selain risiko cedera, penggunaan gadget dalam waktu lama juga menjadi perhatian, baik pada anak-anak maupun orang dewasa yang bekerja di depan komputer atau laptop.
Dr. Mia menyarankan masyarakat menerapkan aturan 20-20-20 untuk membantu mengurangi kelelahan mata saat menatap layar.
Caranya, setiap 20 menit menggunakan gadget, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik.
Kebiasaan tersebut membantu mata beristirahat dari aktivitas melihat dekat secara terus-menerus.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan pencahayaan ketika menggunakan gadget. Masyarakat sebaiknya menghindari penggunaan ponsel dalam kondisi ruangan yang terlalu gelap serta menyesuaikan posisi layar agar tetap nyaman.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah menjaga frekuensi berkedip. Saat berkonsentrasi menatap layar, seseorang cenderung lebih jarang berkedip sehingga mata dapat terasa kering dan tidak nyaman.
“Kalau kita terlalu fokus menggunakan gadget, terkadang sampai lupa berkedip. Padahal, berkedip membantu menjaga kelembapan permukaan mata,” jelasnya.
Melalui edukasi kesehatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mata, menggunakan pelindung saat bekerja, membatasi penggunaan gadget secara berlebihan, serta melakukan pemeriksaan mata apabila mengalami keluhan.
Deteksi dini dan kebiasaan merawat mata menjadi langkah penting untuk mempertahankan fungsi penglihatan dan mencegah gangguan yang dapat memengaruhi kualitas hidup.