Home >

Ratusan Pramuka Pangandaran-Ciamis Bersihkan Tumpukan Sampah di Sungai Kedungpicung


Ratusan Pramuka Pangandaran-Ciamis Bersihkan Tumpukan Sampah di Sungai Kedungpicung

PANGANDARAN – Ratusan anggota Pramuka dari Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Ciamis bergotong royong membersihkan tumpukan sampah yang memenuhi aliran sungai di Blok Kedungpicung, Dusun Sindangjaya, Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Di lokasi, para peserta menemukan berbagai jenis sampah organik maupun anorganik yang menumpuk di sepanjang aliran sungai. Sampah tersebut didominasi popok bayi, plastik, gelas dan botol bekas, serta limbah rumah tangga lainnya yang terbawa arus dan mengendap saat musim kemarau.

Aksi bersih-bersih ini tidak hanya melibatkan anggota Pramuka Kwarcab Pangandaran dan Kwarcab Ciamis, tetapi juga Komisi I DPRD Kabupaten Pangandaran, pemerintah desa dan kecamatan, warga setempat, serta UPTD PSDA WS Citanduy.

Sampah yang berhasil dikumpulkan dimasukkan ke dalam karung dan kantong plastik sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Kwarcab Pangandaran dan Kwarcab Ciamis sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, persoalan sampah tidak mengenal batas wilayah administrasi karena aliran sungai yang melintasi Ciamis hingga Pangandaran menjadi tanggung jawab bersama.

“Urusan sampah bukan urusan satu wilayah atau satu lembaga. Sampah adalah tanggung jawab kita semua untuk menjaga kelestarian lingkungan dan alam. Kegiatan ini juga merupakan implementasi nilai-nilai Dasa Darma Pramuka,” kata Soleh.

Ia menyebutkan sekitar 200 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut, melibatkan Dewan Kerja Ranting (DKR) dari wilayah Kecamatan Mangunjaya dan Kecamatan Banjarsari.

Soleh menjelaskan, pada musim kemarau debit air sungai menurun sehingga sampah yang terbawa arus tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya mengendap di sepanjang aliran sungai.

“Kondisi itu menyebabkan tumpukan sampah semakin banyak dan mengganggu lingkungan. Karena itu kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan bersama Kwarcab Ciamis sesuai arahan Kwarda Jawa Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Lingkungan Hidup, Pengabdian Masyarakat dan Tanggap Bencana Kwarcab Ciamis, Yayat Ruhiyat atau Kang Wira, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

“Sungai bukan tempat membuang sampah. Jangan membuang sampah sembarangan karena dampaknya bukan hanya dirasakan lingkungan sekitar, tetapi juga masyarakat yang berada di wilayah hilir,” tegasnya.





Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini