Rektor Unpad Buka-bukaan Soal Kuota Mahasiswa Asal Pangandaran


Rektor Unpad Buka-bukaan Soal Kuota Mahasiswa Asal Pangandaran

PANGANDARAN, mypangandaran.com – Universitas Padjadjaran (Unpad) berkomitmen penuh untuk memperkuat kontribusi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Pangandaran. Komitmen ini dibahas langsung dalam pertemuan strategis antara pihak Unpad dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran di Pendopo Bupati.

 
Rektor Unpad, Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, mengungkapkan bahwa kehadirannya di Pangandaran kali ini adalah untuk membawa dan membahas tiga poin utama kerja sama.
 
"Ada tiga hal yang kami bahas. Pertama, kami ingin menguatkan kembali komitmen Unpad terhadap masyarakat Pangandaran dalam bab persekolahan atau pendidikan," ujar Prof. Arief saat ditemui usai pertemuan di Pendopo Bupati, Rabu (15/7/2026).
 
Poin kedua yang dibahas adalah optimalisasi aset lahan, khususnya penguatan fungsi Marine Station Unpad yang sudah ada di Pangandaran agar fasilitas tersebut dapat diperkuat dan dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat setempat. Sementara poin ketiga mencakup rencana penggunaan lahan di Pangandaran sebagai lokasi praktik bagi mahasiswa Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU), khususnya untuk Fakultas Peternakan. Saat ini, PSDKU Unpad Pangandaran memiliki 5 program studi dari total 8 prodi yang direncanakan, dengan daya tampung sekitar 200 hingga 220 mahasiswa baru per tahun, atau total mencapai 1.100 mahasiswa secara keseluruhan.
 
Menanggapi adanya keluhan dari warga mengenai isu sulitnya menembus seleksi masuk Unpad Kampus Pangandaran, Prof. Arief meluruskan bahwa hal tersebut merupakan sebuah miskomunikasi di tengah masyarakat. Menurutnya, Unpad justru sedang menghadapi tren penurunan jumlah pendaftar dari daerah Pangandaran itu sendiri karena adanya ketakutan yang tidak berdasar.
 
"Sebenarnya untuk masuk Unpad itu tidak sulit, tetapi yang daftar justru lebih sedikit. Data menunjukkan pendaftar dari Pangandaran makin lama makin menurun karena banyak yang takut sulit, lalu memilih daftar ke tempat lain. Padahal kebijakan (afirmasi/kuota) tidak diubah. Kami malah kekurangan mahasiswa yang mendaftar," jelasnya.
 
Bahkan, Prof. Arief membeberkan fakta bahwa tahun ini angka pendaftar Unpad dari Kabupaten Pangandaran menjadi salah satu yang paling sedikit di Jawa Barat, hanya berada satu tingkat di atas Kota Banjar yang secara demografi jumlah penduduknya memang jauh lebih kecil.
 
Guna mengatasi persoalan ini, pihak Unpad telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangandaran untuk mendorong putra-putri daerah agar tidak ragu mendaftarkan diri ke PSDKU Unpad. Ke depan, Unpad akan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pendampingan dan persiapan bersama sejak bangku SMA guna mendongkrak kualitas calon mahasiswa.
 
Selain itu, penyebaran informasi dan sosialisasi mengenai perkuliahan di Kampus Pangandaran akan masif diperbanyak demi membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat lokal.
 

 





Pendidikan Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini