APPSI Pangandaran Bergerak! Bidik Digitalisasi Pasar hingga Peluang Suplai MBG
Oleh Amin Pnd | Senin, 21 September 2026 17:50 WIB | 80 Views
PANGANDARAN, MyPangandaran – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Pangandaran kembali memperkuat organisasinya melalui Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus pelantikan kepengurusan baru, Senin (21/9/2026).
Kepengurusan baru APPSI Pangandaran diharapkan mampu menjadi wadah yang lebih kuat bagi para pedagang sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan perdagangan digital.
Sekretaris APPSI Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan, mengatakan reorganisasi dilakukan karena masa berlaku Surat Keputusan (SK) kepengurusan APPSI Pangandaran sebelumnya telah berakhir.
“Ini Musda sekaligus pelantikan pengurus APPSI Kabupaten Pangandaran. Guna optimalisasi organisasi karena SK APPSI yang sebelumnya sudah habis,” ujar Yudi.
Menurutnya, penguatan organisasi menjadi penting untuk membangun soliditas pedagang. Terlebih, APPSI memiliki sejumlah program yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada para pedagang.
Salah satu pekerjaan rumah yang menjadi perhatian APPSI adalah peningkatan kualitas pedagang, akses permodalan, revitalisasi pasar hingga digitalisasi pasar tradisional.
Yudi menilai, digitalisasi menjadi kebutuhan agar pasar tradisional tidak semakin tertinggal dari perkembangan pasar online.
“Masalah permodalan, masalah revitalisasi, juga teknologi, digitalisasi pasar-pasar tradisional yang hari ini memang kalau tidak bergerak kita ketinggalan jauh dengan pasar online,” katanya.
Bidik Keterlibatan Pedagang dalam Program MBG
APPSI juga melihat peluang keterlibatan pedagang pasar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam rantai pasok kebutuhan bahan pangan untuk dapur-dapur MBG.
Yudi mengatakan, berdasarkan penyampaian Badan Gizi Nasional (BGN), pasar dapat dilibatkan dalam rantai pasok program tersebut.
“Artinya ada keterlibatan masyarakat luas, dalam hal ini pedagang juga ikut terlibat dalam menyuplai dapur-dapur MBG yang ada di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap keterlibatan pedagang dalam rantai pasok MBG dapat membuka ruang bagi ekonomi kerakyatan sekaligus mencegah terjadinya monopoli dalam penyediaan kebutuhan program tersebut.
Sementara itu, Ketua APPSI Kabupaten Pangandaran terpilih, Iim Haliman, mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat keberadaan pedagang pasar di Kabupaten Pangandaran.
Program tersebut di antaranya perbaikan fasilitas pasar tradisional, digitalisasi dan modernisasi pedagang, serta pengadaan bahan sembako murah melalui kolaborasi APPSI.
“Insyaallah akan ada program APPSI untuk berkolaborasi untuk pengadaan bahan sembako murah,” kata Iim.
Sasar Seluruh Pedagang Pasar di Pangandaran
Iim menegaskan, APPSI Pangandaran tidak hanya akan mengakomodasi pedagang dari satu atau dua pasar, tetapi mencakup pedagang di seluruh wilayah Kabupaten Pangandaran.
Mulai dari pasar desa, pasar tradisional tingkat kecamatan hingga pasar wisata akan menjadi bagian dari upaya penguatan organisasi tersebut.
“Seluruh Kabupaten Pangandaran. Pasar desa, pasar tradisional kecamatan, pasar wisata, semua kita akan akomodir semua,” ujarnya.
Saat ini, kata Iim, jumlah pedagang yang telah terdata dalam keanggotaan APPSI Pangandaran mencapai lebih dari 2.000 pedagang dan mendekati 3.000 orang.
Untuk mendukung modernisasi pedagang, APPSI juga mendorong penerapan sistem pembayaran digital seperti QRIS sebagai bagian dari program digitalisasi pasar.
Terkait MBG, Iim mengakui hingga saat ini belum ada keterlibatan langsung pedagang Pangandaran dalam memasok kebutuhan program tersebut.
“Untuk saat ini kayaknya belum. Makanya mudah-mudahan seperti Pak Yudi tadi, kita bisa masuk berkolaborasi dengan Satpel,” katanya.
Dengan kepengurusan baru tersebut, APPSI Pangandaran menargetkan organisasi dapat menjadi wadah yang mampu memperkuat posisi pedagang, meningkatkan kualitas pasar tradisional, sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku usaha pasar di tengah perubahan pola perdagangan.