Panen Ikan, Rezeki Musiman Warga Ciganjeng Saat Banjir Surut


Panen Ikan, Rezeki Musiman Warga Ciganjeng Saat Banjir Surut

PADAHERANG - Air banjir di kawasan persawahan Ciganjeng perlahan surut, meninggalkan jejak lumpur sekaligus harapan. Bagi sebagian warga, surutnya air bukan sekadar pertanda musim tanam segera dimulai, tetapi juga isyarat datangnya rezeki musiman pencari ikan.

Di hamparan sawah yang masih basah, para pencari ikan tampak sibuk mengayunkan jala atau heurap. Dengan langkah mantap dan mata awas, mereka menyusuri genangan terakhir, menangkap ikan-ikan air tawar yang terbawa banjir berbulan-bulan lamanya.

Hasilnya tak main-main. Setiap hari, para pencari ikan bisa membawa pulang lebih dari 15 kilogram ikan air tawar seperti mujair, tawes, hingga ikan gabus. Ikan-ikan ini kemudian dijual atau dikonsumsi sendiri untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Tantori, salah seorang pencari ikan, menyebut kegiatan ini sudah menjadi tradisi tahunan warga setempat. Banjir yang kerap merendam ratusan hektare sawah justru menciptakan peluang ekonomi dadakan.

“Hari ini Alhamdulillah dapat lebih dari 15 kilogram. Hampir tiap hari ada yang turun ke sawah. Bukan hanya warga sini, dari Ciamis juga ada,” ujar Tantori sambil merapikan jala, Sabtu (31/1/2026).

Ia menjelaskan, banjir di kawasan persawahan Ciganjeng biasanya berlangsung cukup lama, mulai dari dua hingga lima bulan. Selama itu, ikan-ikan berkembang biak di genangan sawah. Saat air mulai surut, warga pun berbondong-bondong melakukan “panen ikan” sebelum lahan kembali diolah untuk ditanami padi.

“Sekarang air mulai turun, jadi kami manfaatkan dulu. Nanti kalau sawah sudah ditanami, ya selesai,” jelasnya.





Pernik Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini