Seragam Bukan Halangan, Polisi Pangandaran Tanam Jagung untuk Ketahanan Pangan
Oleh Amin Pnd | Kamis, 29 Januari 2026 15:00 WIB | 17 Views
PANGANDARAN - Di balik deru sirene dan tugas menjaga keamanan, jajaran Polres Pangandaran kini akrab dengan aroma tanah basah dan barisan benih jagung. Di lahan-lahan produktif yang tersebar, komitmen terhadap ketahanan pangan nasional tumbuh pelan tapi pasti setinggi batang jagung yang sedang dipersiapkan.
Total 11 hektare lahan jagung digarap secara gotong royong oleh Polres Pangandaran. Setiap Polsek menyumbang sekitar 1 hektare, sementara Satuan Lalu Lintas mengambil peran lebih besar dengan mengelola 2 hektare lahan di Dusun Ciawitali, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang. Inisiatif ini digerakkan langsung oleh Kasat Lantas Polres Pangandaran, AKP Yudi Risnandar, S.H., M.H., sebagai wujud pemanfaatan lahan produktif yang tak berhenti pada wacana.
Penanaman direncanakan dimulai pada kuartal I tahun 2026, dengan target panen pada Mei 2026. Angkanya tidak main-main: estimasi panen mencapai sekitar 44 ton jagung. Cukup untuk menunjukkan bahwa program ini bukan sekadar simbol, melainkan kerja nyata dengan hasil terukur.
Program ini dilaksanakan serentak dan terintegrasi melalui sarana daring sebagai bagian dari agenda ketahanan pangan Polri di seluruh Indonesia. Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., turut mengikuti rangkaian kegiatan penanaman langsung di lahan jagung milik Satlantas. Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi penegas: ketahanan pangan bukan urusan sampingan.
Di Pangandaran, jagung kini menjadi metafora baru bagi pengabdian. Dari seragam ke ladang, Polres Pangandaran menanam harapan bahwa keamanan dan kesejahteraan bisa tumbuh berdampingan.
Program ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat peran Polri dalam pembangunan pertanian dan kesejahteraan masyarakat setempat. Jagungnya ditanam hari ini; dampaknya diharapkan terasa lama.