Menautkan Harapan, Polres Pangandaran Bangun Kembali Jembatan Setia
Oleh Amin Pnd | Jum'at, 23 Januari 2026 15:00 WIB | 29 Views
PANGANDARAN - Setiap pagi, ratusan langkah kecil anak-anak sekolah dari Desa Putrapinggan dan Ciparakan pernah dihadapkan pada rasa cemas yang sama, menyeberangi jalur yang tak lagi aman. Jembatan Setia, penghubung dua desa di Kecamatan Kalipucang, sempat menjadi saksi betapa rapuhnya akses pendidikan dan aktivitas warga ketika ia roboh dan tak berfungsi.
Kini, harapan itu mulai ditautkan kembali.
Jumat pagi, 23 Januari 2026, suara batu yang diletakkan di atas tanah menjadi penanda awal kebangkitan Jembatan Setia. Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K. hadir langsung melakukan peletakan batu pertama, menandai dimulainya kembali pembangunan jembatan yang menjadi urat nadi bagi sekitar 400 pelajar dan masyarakat setempat.
"Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik. Pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden Republik Indonesia kepada Kapolri agar Polri turut membantu pembangunan jembatan di setiap desa," ujar Kapolres.
Di Pangandaran, amanat itu diterjemahkan menjadi aksi nyata, mengembalikan akses yang aman bagi warga, sekaligus menjaga masa depan anak-anak yang setiap hari berjuang menuntut ilmu.
"Sebelum roboh, Jembatan Setia menjadi jalur utama pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah kejuruan. Setelah rusak parah, aktivitas warga terhambat, perekonomian tersendat, dan keselamatan anak-anak sekolah berada dalam bayang-bayang risiko," imbuhnya.
Kondisi itulah yang mendorong Polres Pangandaran mengambil peran lebih jauh dari tugas konvensional menjaga keamanan.
Kapolres Pangandaran menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya soal penegakan hukum dan ketertiban, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang berdampak langsung pada keselamatan, pendidikan, dan roda ekonomi desa. Jembatan Setia, menurutnya, memiliki nilai strategis karena menghubungkan kehidupan antar desa yang saling bergantung.
Komitmen Polres Pangandaran pun tidak berhenti pada seremoni. Proses pembangunan Jembatan Setia akan dikawal hingga tuntas agar segera dapat dimanfaatkan secara aman dan layak oleh masyarakat.
Langkah ini disambut hangat oleh warga dan pemerintah desa. Kehadiran Kapolres di lokasi menjadi simbol kuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat—sebuah kolaborasi yang menunjukkan bahwa pembangunan desa bukan sekadar urusan anggaran, melainkan soal kepedulian dan keberpihakan.
Ketika jembatan itu kelak berdiri kokoh, bukan hanya besi dan beton yang terhubung. Harapan, rasa aman, dan mimpi ratusan anak sekolah akan kembali menyeberang tanpa takut menuju hari depan yang lebih pasti.