Jaga Stabilitas Pangan, Kapolres Pangandaran Turun Pimpin Panen Raya Jagung di Desa Campaka
Oleh Amin Pnd | Kamis, 08 Januari 2026 11:00 WIB | 114 Views
PANGANDARAN – Polres Pangandaran melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kwartal IV sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut digelar di Dusun Ciguha, Desa Campaka, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Kamis (8/1/2026).
Panen raya dipimpin langsung Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, didampingi Wakapolres serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Pangandaran. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog Cabang Ciamis, unsur Muspika Kecamatan Cigugur, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VII Jawa Barat, serta Kepala BPS Kabupaten Pangandaran.
Lahan seluas 7 hektare yang merupakan tanah negara tersebut dikelola secara produktif oleh kelompok tani setempat. Jagung yang dipanen merupakan varietas hibrida Asia Gold 77 yang ditanam sejak September 2025.
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari menyampaikan bahwa panen raya ini menjadi bukti nyata sinergi antara Polri, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan. Dari lahan tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 20 ton jagung pipil kering.
“Ini merupakan wujud nyata sinergi Polri dengan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah Pangandaran,” ujar Kapolres.
Panen raya melibatkan Kelompok Tani Pasir Hanjuang yang beranggotakan 25 petani lokal. Keberhasilan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif bernilai ekonomi.
Sementara itu, Bulog Cabang Ciamis menyatakan dukungan terhadap hasil panen jagung tersebut guna memastikan kelancaran distribusi dan menjaga ketersediaan stok pangan di wilayah Jawa Barat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini berlangsung aman dan lancar. Kapolres Pangandaran menegaskan Polri akan terus melakukan pendampingan kepada para petani melalui peran Bhabinkamtibmas serta koordinasi lintas sektoral agar program ketahanan pangan dapat berjalan berkelanjutan.