Kronologi Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Dua Selamat dan Satu Masih Hilang
Oleh Amin Pnd | Sabtu, 18 Juli 2026 08:30 WIB | 31 Views
PANGANDARAN, mypangandaran.com - Tiga wisatawan asal Kabupaten Bandung terseret arus saat berenang di kawasan Pantai Barat Pangandaran, tepatnya di antara Pos 4 dan Pos 5 penjaga pantai, Jumat (17/7/2026) petang. Dua orang berhasil diselamatkan, sementara satu wisatawan hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan.
Korban yang masih hilang diketahui bernama Mohamad Rizki (20), warga Kampung Lengkong, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Sementara dua korban selamat yakni Jatmiko (25) dan Riyan (18).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 16.30 WIB ketika ketiga korban meninggalkan Pondok Arwana menuju Pantai Barat Pangandaran untuk berenang.
Sekitar pukul 16.37 WIB, mereka tiba di lokasi dan mulai berenang di kawasan pesisir pantai. Aktivitas tersebut berlangsung hingga menjelang sore.
Namun sekitar pukul 18.00 WIB, saat ketiganya masih berada di laut, tiba-tiba arus kuat menyeret mereka ke arah tengah. Dalam kondisi panik, Riyan berusaha berenang menuju bibir pantai dan berhasil menyelamatkan diri. Sementara Jatmiko dan Mohamad Rizki terus terbawa arus semakin jauh ke tengah laut.
Kejadian itu kemudian dilihat oleh seorang nelayan bernama Wanto (39) yang berada di sekitar lokasi. Tanpa menunggu lama, ia bergegas menggunakan perahu Sibolang untuk memberikan pertolongan.
Upaya penyelamatan tersebut berhasil mengevakuasi Jatmiko dalam keadaan selamat. Namun saat pencarian dilakukan, Mohamad Rizki sudah tidak terlihat di permukaan air dan diduga tenggelam akibat terseret arus.
Setelah mengevakuasi Jatmiko ke bibir pantai, Wanto segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas penjaga pantai dan aparat keamanan.
Sekitar pukul 18.30 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Kodim 0625/Pangandaran, Polres Pangandaran, Pos TNI AL Pangandaran, Satpolairud Polres Pangandaran, Unit Basarnas Pangandaran, SAR Barakuda Kabupaten Pangandaran, serta nelayan setempat tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian.
Namun, pencarian dihentikan sementara karena kondisi gelap yang membahayakan proses evakuasi. Berdasarkan hasil koordinasi tim SAR gabungan, operasi pencarian terhadap Mohamad Rizki dijadwalkan dilanjutkan pada Sabtu (18/7/2026) mulai pukul 07.00 WIB.
Dari hasil evaluasi awal, ketiga korban diketahui masih berenang saat waktu aktivitas wisata di pantai telah berakhir dan melewati batas waktu yang telah ditentukan oleh petugas penjaga pantai. Hal tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko terjadinya kecelakaan laut.