Hingga Tahun 2022, Minat Baca Warga Pangandaran Masih Rendah


Hingga Tahun 2022, Minat Baca Warga Pangandaran Masih Rendah

Pangandaran, myPangandaran - Minat baca masyarakat Pangandaran tercatat masih sangat rendah, pada tahun 2021, angka durasi membaca di Pangandaran hanya mencapai 37 menit per-orang perhari. Seperti yang dipaparkan dalam jurnal yang ditulis oleh Mahasiswa Unpada Pangandaran Dwi Masrina, Luthfi Thirafi, dan Rega Permana.

Menurut Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangandaran mengatakan bahwa minat baca masyarakat Pangandaran masih tergolong rendah. Hal ini didukung oleh data yang tercatat di perpustakaan Pangandaran selama tahun 2018, yaitu hanya terdapat 710 kunjungan dari anggota perpustakaan, 77 kunjungan dari non-anggota perpustakaan dan dua kali rombongan sekolah. Jumlah ini tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Pangandaran pada tahun 2018 yang mencapai 405.783 jiwa.

Indikator lain diperoleh dari keterangan Sekretaris Dinas Perpustakaan Pangandaran yang mengatakan bahwa pada tahun 2021 angka durasi membaca di Pangandaran hanya mencapai 37 menit per orang per hari. Rendahnya minat baca juga dirasakan oleh anggota Duta Baca Kabupaten Pangandaran yang mengeluhkan rendahnya minat masyarakat khususnya di pelosok Pangandaran saat mereka mengadakan kegiatan membaca. Kegiatan tersebut seringkali hanya dihadiri 5 hingga 10 orang saja dengan waktu membaca sekitar 15 menit.

Tentunya hal ini perlu menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Di tengah rendahnya minat baca di Kabupaten Pangandaran, Pemerintah setempat telah melakukan beberapa upaya, antara lain dengan melakukan pemilihan duta baca, adanya sumbangan buku dari perpustakaan nasional ke desa-desa serta mendirikan perpustakaan. Hanya saja upaya ini nampaknya masih belum cukup untuk mendongkrak minat baca di Kabupaten Pangandaran.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan salah satu duta baca Kabupaten Pangandaran, diperoleh informasi bahwa sejatinya para duta baca yang dipilih berkewajiban melakukan sosialisasi dan upaya peningkatan minat baca di kecamatannya masing-masing. Hanya saja, saat ini hanya terdapat kurang dari 40 orang duta baca yang aktif melakukan kegiatannya. Selain itu, hal ini dipersulit dengan rendahnya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan membaca. Di lain sisi, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan juga memberi andil terhadap permasalahan ini.







Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Pendidikan Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini