DPRD Pangandaran Dorong Tata Kelola Air Terintegrasi untuk Atasi Kekeringan dan Banjir
Oleh Amin Pnd | Rabu, 05 Agustus 2026 10:49 WIB | 38 Views
PANGANDARAN - Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama jajaran legislatif tengah menggodok strategi jangka panjang untuk mengatasi persoalan klasik fluktuasi air, yakni kekeringan saat musim kemarau dan kelebihan air di musim hujan. Fokus utama saat ini adalah mematangkan revisi proposal usulan program ke pemerintah pusat dan provinsi agar penanganan air dapat dilakukan secara komprehensif.
Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah dan para camat telah menggelar rapat koordinasi internal guna merespons dinamika isu krisis air yang sedang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Asep, langkah penanganan ke depan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui konsep tata kelola air terintegrasi yang makro dan menyeluruh.
"Tentu dalam strategi ke depan kita perlu yang namanya tata kelola air terintegrasi. Ya, tidak hanya urusan normalisasi sungai, tetapi juga ada bagaimana wilayah resapan air, embung, atau kolam retensi, bagaimana apur atau saluran air, bagaimana nanti juga pengendalian di wilayah-wilayah muara sungai, lalu juga pengendalian tentang limbah cair," ujar Asep Noordin.
Lebih lanjut, rancangan strategis ini kini sedang dikonsultasikan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian. Rencananya, dalam dua pekan ke depan akan digelar rapat sinergitas lanjutan untuk memantapkan program tersebut.
Terkait kondisi sektor pertanian, Asep tidak menampik bahwa ada sebagian wilayah persawahan baik tadah hujan maupun konvensional yang mulai mengalami kekurangan pasokan air dengan persentase di atas 20 persen dari total luasan lahan. Namun, mengingat sebagian besar wilayah saat ini tengah memasuki fase akhir panen, pemerintah fokus bersiap menyambut musim tanam berikutnya melalui program yang berkelanjutan.
Sebagai langkah antisipasi jangka pendek di tengah ancaman kekeringan, pemerintah daerah bersama legislatif juga mulai mengoptimalkan pemanfaatan air bawah tanah melalui survei, pengeboran, dan pipanisasi, serta memaksimalkan pengelolaan sumber air permukaan.
Asep menegaskan bahwa seluruh perencanaan ini disiapkan bukan sekadar untuk kebutuhan hari ini, melainkan sebagai investasi jangka panjang demi kesejahteraan anak cucu di masa mendatang. Pengendalian air yang baik diyakini akan menjadi kunci utama agar Kabupaten Pangandaran senantiasa subur, makmur, dan tahan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.