Gudang Air Kemasan di Sidamulih Pangandaran Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Oleh Amin Pnd | Selasa, 21 Juli 2026 18:03 WIB | 49 Views
PANGANDARAN, mypangandaran.com – Sebuah gudang penyimpanan air kemasan di Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, ludes dilalap api pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Api dengan cepat membesar dan menghanguskan hampir seluruh bangunan gudang beserta stok air kemasan yang tersimpan di dalamnya. Selain barang dagangan, sejumlah dokumen penting milik pemilik gudang juga dilaporkan ikut terbakar.
Kobaran api disertai kepulan asap hitam pekat sempat membuat warga sekitar panik. Mereka khawatir api merembet ke permukiman yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Menurut keterangan warga, sesaat sebelum api membesar terdengar suara ledakan dari dalam bangunan. Warga kemudian berupaya memberikan pertolongan sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Petugas Damkar Kabupaten Pangandaran yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain. Sebanyak 10 personel diterjunkan dengan dukungan dua unit mobil pemadam kebakaran. Setelah berjibaku memadamkan api, kobaran akhirnya berhasil dikendalikan.
Di lokasi kejadian juga tampak personel Polsek Sidamulih, Polres Pangandaran, serta anggota Kodim 0625 Pangandaran yang membantu pengamanan dan proses penanganan kebakaran.
Petugas Damkar Pangandaran, Fajar Lazuardi, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada bagian atap bangunan gudang.
"Belum diketahui jumlah kerugiannya berapa. Kebakaran diduga akibat konsleting arus pendek listrik," ujar Fajar, Selasa (21/7/2026).
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sementara itu, nilai kerugian masih dalam proses pendataan, meski diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah akibat rusaknya bangunan, stok barang, dan dokumen penting.