Jeje Wiradinata Soroti Konflik Agraria di Langkaplancar, Warga Mengaku Alami Intimidasi hingga Takut ke Kebun
Oleh Amin Pnd | Senin, 20 Juli 2026 12:19 WIB | 78 Views
PANGANDARAN, myPangandaran.com – Mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyoroti konflik agraria yang terjadi di kawasan Dusun Cisarua, Desa Langkaplancar, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Konflik tersebut disebut telah memicu keresahan warga, terutama para penyadap karet yang mengaku mengalami intimidasi sehingga tidak berani lagi bekerja.
Jeje menyampaikan hal itu usai menemui warga dan mendengarkan langsung berbagai keluhan yang mereka sampaikan. Menurutnya, persoalan yang terjadi tidak hanya berdampak pada mata pencaharian masyarakat, tetapi juga berpotensi mengancam kelestarian lingkungan di kawasan penyangga Kabupaten Pangandaran.
Sejumlah warga mengaku kehilangan peralatan sadap setelah diduga dirusak maupun diambil oleh pihak tertentu. Mereka juga mengaku mendapat ancaman sehingga memilih tidak beraktivitas di kebun dalam beberapa hari terakhir.
"Bagaimana saya mau cari uang Pak kalau karungnya diambil, keretan (sadapan) dipapas, mangkok juga tidak ada. Ini sudah seperti PKI benar Pak," ujar salah seorang warga saat menyampaikan keluhannya kepada Jeje.
Menurut Jeje, situasi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan seluruh pihak terkait segera memfasilitasi dialog agar konflik tidak semakin meluas.
"Melalui media ini, saya berharap pemerintah daerah, Pak Kapolres, Pak Dandim, dan semua pihak yang berkepentingan segera mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu. Ini konflik agraria, tengahilah dengan baik. Ajak bicara kelompok masyarakat dan pihak PTPN. Duduk bersama dengan damai agar warga tidak ketakutan dan bisa kembali beraktivitas," kata Jeje.
Selain persoalan sosial, Jeje juga mengingatkan pentingnya menjaga kawasan Langkaplancar sebagai daerah penyangga sumber air bagi wilayah Pangandaran bagian bawah. Menurutnya, kerusakan kawasan hutan dan tidak optimalnya upaya reboisasi dapat berdampak terhadap ketersediaan air, termasuk bagi kawasan wisata seperti Green Canyon.
"Kepedulian saya adalah persoalan lingkungan. Langkaplancar merupakan daerah penyangga kebutuhan air di Pangandaran. Kalau kawasan ini gundul dan reboisasi tidak berjalan, dampaknya akan sangat besar terhadap ketersediaan air di wilayah bawah," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jeje juga menyalurkan bantuan dari Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Ida Nurlaela Wiradinata berupa paket sembako dan perlengkapan sekolah kepada warga terdampak.
Sementara itu, Camat Langkaplancar Acep Deni Firdaus menjelaskan bahwa konflik sebenarnya terjadi di area perkebunan yang berada di wilayah Desa Campaka, Kecamatan Cigugur. Namun, sebagian besar penyadap karet yang bekerja di lokasi tersebut merupakan warga Dusun Cisarua, Desa Langkaplancar.
"Kejadiannya di perkebunan wilayah Desa Campaka, Kecamatan Cigugur. Namun warga yang menyadap karet banyak berasal dari Cisarua. Sekarang mereka terancam tidak bisa menyadap karet atau tidak bisa bekerja karena adanya intimidasi," kata Deni saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (20/7/2026).
Ia menyebut sedikitnya terdapat 15 warga Dusun Cisarua yang selama ini menggantungkan penghasilan sebagai penyadap karet di area PTPN.
Menurut Deni, penyelesaian konflik harus dilakukan melalui mediasi yang melibatkan seluruh pihak, mulai dari kelompok masyarakat, PTPN, pemerintah daerah hingga instansi yang menangani persoalan agraria.
"Saya juga baru selesai rapat dengan Bupati Pangandaran. Harus ada mediasi para pihak antara masyarakat yang tergabung di SPP, masyarakat PTPN, serta pihak agraria. Karena pihak agraria mengeluarkan dua surat yang berbeda," pungkasnya.