Tingkatkan Usaha Mikro, Kadin Se-Priangan Timur Kumpul Bareng Bank Indonesia


Tingkatkan Usaha Mikro, Kadin Se-Priangan Timur Kumpul Bareng Bank Indonesia

Setelah pertemuan para ketua Kadin se-Priangan Timur dalam acara tepang juragan yang di gagas Kadin Kota Tasikmalaya dan Bank Indonesia beberapa bulan lalu, kamis kemarin (20/12) bertempat di Hotel Santika, digelar kembali pertemuan dengan harapan ekonomi sektor reel usaha mikro, menengah kedepan agar pertumbuhan ekonomi wilayah Priangan Timur tetap setabil dengan pertumbuhan mencapai 5,8 persen pada 2018. Angka itu menunjukkan kenaikan atau akselerasi dibanding pertumbuhan ekonomi pada 2017 yang hanya 5,4 persen.

Dalam sambutan Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Heru Saptaji menuturkan, kinerja ekonomi, cukup baik prospek dalam kebijakan BI  2018,  pertumbuhan ekonomi wilayah Priangan Timur pada 2018  diperkirakan mencapai 5,8 persen atau lebih tinggi dari 2017 yang hanya 5,4 persen. Kondisi tersebut sejalan dengan‎ pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang mencapai 5,7 persen pada 2018. Angka tersebut, lanjut Heri, lebih tinggi dari tahun 2017 sebesar 5,29 persen. 

Inflasi rendah yang terjadi pun mendukung pertumbuhan ekonomi Priangan Timur.‎ "Inflasi nasional sepanjang 2018 tetap rendah sehingga mendukung peningkatan daya beli masyarakat," ujar Heru. Di Jabar, tuturnya, inflasi hingga November 2018 mencapai 0,28 persen atau 2,97 persen dan secara tahunan 3,55 persen. 

"Di wilayah Priangan Timur, daerah yang inflasinya termasuk dalam perhitungan inflasi nasional adalah Kota Tasikmalaya," ujar Heru. Hingga November 2018, inflasi Kota Tasikmalaya tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi Jabar maupun nasional. Pada November 2018, inflasi Kota Santri hanya sebesar 0,26 persen atau lebih rendah dari rata-rata historis lima tahun terakhir sebesar 0,36 persen. "Secara keseluruhan untuk tahun 2018 inflasi Kota Tasikmalaya diperkirakan mencapai 2,4 persen," ujarnya.

Heru menilai, terjaganya inflasi merupakan hasil nyata koordinasi erat BI dan pemerintah daerah melalui implementasi program-program Tim Pengendalian Inflasi Daerah. "Dengan realisasi inflasi yang rendah, menunjukkan bahwa efektifitas program TPID di seluruh wilayah Priangan Timur meningkat," tuturnya.

Dia menambahkan, stabilitas keuangan nasional juga terjaga dan ditopang oleh permodalan perbankan yang kuat, terkendalinya risiko kredit, peningkatan penyaluran kredit, dan likuiditas yang cukup. "Fungsi intermediasi perbankan yang cukup kuat juga terjadi di Jawa Barat. Intermediasi perbankan di wilayah Priangan Timur tetap tumbuh positif meskipun melambat dibanding pertumbungan pada tahun 2017," ucap Heru.

Penyaluran kredit saat ini di Priangan Timur tumbuh 8,1 persen dengan risiko kredit yang masih terjaga yakni NPL sebesar 3,0 persen. Sementara itu, penghimpuan DPK tumbuh 10,4 persen. "Dengan perkembangan pada penyaluran kredit dan penghimpuan pada DPK tersebut, terpantau bahwa Loan to Deposit Ratio di wilayah Priangan Timur lebih dari 100 persen," kata Heru.

Secara spasial, lanjutnya, pertumbuhan kredit Priangan Timur ditopang oleh perbankan di Kota Tasikmalaya yaitu dengan pertumbuhan 11,78 persen dan rasio NPL rendah sebesar 1,66 persen. Sedangkan penghimpuan DPK tumbuh signifikan di Kota Banjar sebesar 33,85 persen.

Ditambah kebijakan khusus tentang pengembangan pengembangan Parawisata Pangandaran yang akan di jadikan kawasan Wisata Nasional oleh Bpk Ridwan kamil tentu ini membawa dampak baik terhadap pertubuhan secara umum.

Pembinaan UMKM orientasi ekspor

BI Tasikmalaya menempatkan diri sebagai ponding father sehingga memiliki berbagai peranan dan fungsi dalam menjalankan tugasnya di beberapa wilayah. Salah satu fungsi tersebut adalah pelaksanaan pengembangan UMKM sebagi ujung tombak ekonomi yang berorientasi ekspor.

"Kegiatan pengembangan klaster bawang merah, budidaya padi total organik, kopi, bordir, dalam wadah pembinaan wirausaha BI, pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren," ujarnya.

Banyak kebijakan dan Program BI Tasikmalaya yang perlu di berikan apresiasi oleh kami para ketua kadin di daerah tentang pembinaan klaster UMKM harapan kami bisa lebih melebar ke kabupaten kota lain karena potensi usaha yang bersekala ekpor cukup banyak di kabupaten lain seperti kelapa, kopi di Pangandaran mempunyai lahan cukup luas ini belum tergarap dengan baik mudah mudahan menjadi skala prioritas BI di tambah lagi kebijakan pemerintah daerah yang sangat baik di beberapa sektor usaha di Pangandaran.

Dalam acara tersebut hadir Teddy Sonjaya sebagai Ketua Kadin Pangandaran, Ketua Kadin kota Tasikmalaya , Dr.Dani Yusnijar SH
Kadin kab Garut DEDEN, kadin Banjar Asep Nugraha dan dari  Kadin Jabar Ir Tatan Sujana.







Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Bisnis Lainnya