Kenali Penyakit Campak, RSUD Pandega Pangandaran Gelar Edukasi Kesehatan
Oleh Amin Pnd | Kamis, 09 April 2026 15:00 WIB | 45 Views
PANGANDARAN - Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan) yang digelar oleh RSUD Pandega Pangandaran dengan tema “Campak Datang Diam-Diam, Kenali Tandanya!”.
Kegiatan ini menghadirkan dokter spesialis anak, dr. Dyah Rahmawanti, dan dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di ruang tunggu poliklinik lantai 3.
Dalam pemaparannya, dr. Dyah menjelaskan bahwa Campak merupakan penyakit infeksi yang sangat menular dan masih menjadi perhatian serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus dan umumnya menyerang anak-anak, meskipun orang dewasa juga dapat terinfeksi jika belum memiliki kekebalan.
“Campak menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebar ke seluruh tubuh. Penularannya sangat cepat, terutama pada individu yang belum mendapatkan vaksinasi,” jelasnya.
Gejala Mirip Flu, Namun Berbahaya
Ia menambahkan, gejala awal campak seringkali menyerupai flu, seperti demam tinggi hingga 39–40 derajat Celsius, batuk, pilek, serta mata merah. Namun, dalam beberapa hari akan muncul tanda khas berupa ruam merah pada kulit serta bintik putih kecil di dalam rongga mulut atau yang dikenal sebagai bercak Koplik.
“Gejala ini muncul bertahap dan bisa memburuk jika tidak segera ditangani dengan baik,” ujarnya.
Penularan Cepat Melalui Udara
Campak menyebar melalui percikan ludah (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Virus bahkan dapat bertahan di udara hingga dua jam. Penderita juga sudah bisa menularkan penyakit sejak 2–4 hari sebelum ruam muncul hingga ruam menghilang.
Hal ini menjadikan campak sangat mudah menyebar, terutama di lingkungan padat dan ramai.
Vaksinasi Jadi Kunci Pencegahan
Dalam kesempatan tersebut, dr. Dyah menegaskan bahwa vaksinasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah campak. Kekebalan tubuh dapat diperoleh melalui imunisasi, pernah terinfeksi sebelumnya, maupun kekebalan pasif dari ibu pada bayi.
Adapun jadwal vaksinasi MR (Measles-Rubella) meliputi:
Usia 9 bulan (dosis pertama)
Usia 18 bulan (dosis kedua)
Booster saat anak duduk di kelas 1 SD melalui program BIAS
“Vaksinasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga mencegah penyebaran di masyarakat,” tegasnya.
Waspadai Kelompok Rentan dan Komplikasi
Kelompok yang rentan terkena campak antara lain bayi, anak yang belum mendapatkan imunisasi, anak dengan gizi buruk, serta remaja atau dewasa yang belum pernah divaksin.
Meski sering dianggap ringan, campak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti infeksi telinga, pneumonia, hingga ensefalitis atau peradangan otak.
Pengobatan Bersifat Suportif
Hingga saat ini belum terdapat obat khusus untuk menyembuhkan campak. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk meredakan gejala, seperti pemberian obat penurun panas, istirahat cukup, konsumsi vitamin A, serta menjaga asupan cairan untuk mencegah dehidrasi.
Edukasi Jadi Langkah Penting
Melalui kegiatan ini, pihak rumah sakit berharap masyarakat semakin memahami bahaya campak dan pentingnya pencegahan sejak dini.
“Kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi dan deteksi dini gejala menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran campak,” pungkas dr. Dyah.