Campur-Campur
Hidupkan KA Banjar-Pangandaran Perlu Rp.150 M

Hidupkan KA Banjar-Pangandaran Perlu Rp.150 M

Rumor rencana Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk membangun dan menghidupkan kembali jalur kereta yang menghubungkan Kota Banjar dan Pangandaran sudah terdengar dari dulu, dikutif dari Harian Pikiran Rakyat artikel ini dimuat sebagi berita pada edisi 15/05/2004.

Bila rencana Pemkab Ciamis menghidupkan kembali perjalanan KA Banjar-Pangandaran menjadi kenyataan bisa dipastikan akan menyulut denyut kehidupan baru wilayah Priangan Timur. Dari sisi transportasi jelas ada alternatif angkutan, terlebih bagi sektor pariwisata yang ujungnya berdampak positif bagi sektor lainnya termasuk kesempatan berusaha bagi masyarakat. Rencana Pemkab Ciamis tersebut merupakan salah satu poin dalam Rencana Strategis (Renstra). Meski pembahasan dgn PT KAI belum sampai titik final, jelas sejumlah warga menyambut baik rencana itu.

Jalur KA Banjar-Pangandaran-Cijulang diperkirakan beroperasi dari thn 1921 terpaksa ditutup di era thn 1980 karena PJKA menanggung rugi shg pengoperasian harus dihentikan diawali dgn penghentian jurusan Cijulang terlebih dahulu.

Dalam rentang waktu 20 thn sejak operasional KA dihentikan, praktis tiada lagi pemeliharaan atas asset yg ditinggalkan berupa jalur KA sehingga menjadi terlantar. Saat ini jalur baja di jalur itu hanya tinggal sebagian yang masih ada, sebagian berubah fungsi menjadi lahan tanaman palawija oleh warga seputar rel KA. Sejumlah stasiun kecil hanya meninggalkan plang nama, bahkan bekasnya saja.

Sebuah gerbong tua dalam keadaan rusak bertengger di depan halte (stasiun kecil) Kalipucang menjadi pelengkap cerita para orang tua kepada generasi mendatang bahwa di masa silam pernah beroperasi KA Banjar-Pangandaran. Sejumlah terowongan tanpa rel baja hilang entah kemana, demikian juga sejumlah jembatan keadaannya sudah tidak utuh lagi. Kondisi itu menjadi saksi bisu ttg kisah masa jayanya KA Banjar-Pangandaran, sejak ditarik lokomotif “Si Kuik” hitam legam buatan Jerman atau lokomotif diesel penggantinya.

KA pada masa itu selain menjadi alat transportasi andalan dan sahabat karib masyarakat dari segala tingkatan usia dan status sosial di kala suka dan duka. Didaerah Kalipucang terdapat terowongan Phillip dgn panjang 105m, Bengkok panjang 147m dan Wilhelmina paling panjang mencapai 1116m dibangun tahun 1921, sedangkan jembatan yang dilalui adalah Cikacepit, Cimandala, Pangbokongan dan yg lainnya. “Perjalanan dari jembatan Pangbokongan sampai Ciputrapinggan, jalur KA berada di bibir bukit dan pinggir laut, shg para penumpang bebas menangkap panorama alam yg terhampar luas” ujar Drs. Dede Heru Susanto, anggota DPRD Ciamis asal Kalipucang.

Toha Holil, warga Cisaga mengenang bangku tempat duduk para penumpang dlm setiap gerbong ada 3 jajar terbuat dari kayu. Setiap stasiun yg disinggahi dijumpai penjaja makanan yg jenisnya berbeda. Di stasiun Banjarsari dijajakan rebus biji nangka dan buah nangka dlm bungkusan kecil. Di stasiun Padaherang dijajakan nasi bungkus dgn lauk-pauk goreng ikan gabus, lele dan jenis ikan rawa lainnya lengkap dgn sambal tempe, sedangkan di stasiun Kalipucang dan Ciputrapinggan bakal dijumpai penjaja leupeut, kue serabi, gorengan udang serta rebus pisang. Bila kereta tiba mereka berlarian dan sebagian masuk sambil menawarkan dagangannya.

Dlm terowongan Sumber yg disebut juga Wilhelmina ada 27 titik tempat berlindung bagi pejalan kaki seandainya ada kereta datang. “Karena terowongan itu sangat panjang hingga jika melihat ke arah mulut terowongan depan besarnya spt ukuran toples” kenangnya.

Kadin Perhubungan Ciamis Drs. H. Eddy Sukirman berpendapat sekarang sudah saatnya untuk mengembangkan KA Wisata, dan diyakininya akan lebih hidup apalagi ditunjang oleh nuansa historis berupa jembatan dan terowongan yg sudah terbangun.

Presidium Yayasan Buana Raksa Ciamis, Djeni. R dan Deni. S menyebutkan jika mengamati kondisi jalur KA sebenarnya layak dihidupkan lagi, “Apalagi melihat hasil riset Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Yayasan Buana Raksa dan sebuah LPM di Jabar bahwa utk membangun kembali jalur KA ini dan perbaikan jembatan diperlukan dana sekira Rp 150 M” kata mereka.

Rencana menghidupkan kembali jalur KA ini sudah sering terdengar sejak lama. Begitu muncul keinginan itu, timbul soal klasik yaitu kesulitan dana atau tiadanya investor. Rencana menghidupkan kembali padam, lalu muncul lagi, begitu dst. Jangan sampai keinginan ini hanya sekedar membangkitkan romantisme di masa lalu, artinya bagaimana gebrakan Bupati Ciamis Engkon Komara dalam mewujudkan impian manis ini utk mendobrak pemerintah pusat atau mencari investor.

Sumber (PRLM 15/05/04)



#




Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Campur-Campur Lainnya
Menunggu di Bangunya Jalan Tol Lintas Selatan
Menunggu di Bangunya Jalan Tol Lintas Selatan
Jum'at, 09 Mei 2014 11:07 WIB
Ruas Bandung-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar sudah mendesak untuk tersambung oleh layanan jalan tol. Jika tidak, akumulasi pertumbuhan kendaraan akan berdampak kepada kemacetan yang lebih parah pada momen mudik masa mendatang. “Pemerintah harus memikirkan jalan tol yang merupakan kebutuhan, karena jalur selatan itu kan sudah sempit, kelak kelok, masih berupa ruas sisa pembangunan pemerintah Belanda. Pertumbuhan kendaraan di tahun-tahun selanjutnya menjadi ancaman kemacetan yang lebih buruk,” kata anggota Komisi Perhubungan DPR Yudi Widiana Adia, di Jakarta, Selasa (13/8/2013).
Bantu Promosi Pangandaran, UNPAD Adakan Summer Program 2018
Bantu Promosi Pangandaran, UNPAD Adakan Summer Program 2018
Rabu, 18 Juli 2018 21:39 WIB
Pangandaran akhir-akhir ini tengah hangat menjadi perbincangan terkait sebagai salah satu kabupaten Pariwisata yang tengah digandrungi wisatawan, terlihat dari banyaknya kunjungan yang ke Pangandaran pada musim liburan yang lalu. Belum lagi event Internasional yang digelar menambah semarak akhir pekan terakhir di musim liburan.
Cerita Trip Singkat Ke Pangandaran
Cerita Trip Singkat Ke Pangandaran
Sabtu, 29 September 2012 11:04 WIB
Pangandaran adalah salah satu pantai yang membentang di selatan pulau Jawa. Dari Bandung, jarak tempuhnya sekitar 200-an kilometer.Pukul 10 malam kami sekeluarga berangkat dari Bandung. Malam itu perjalanan cukup lancar.
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini