Libur Sekolah Dongkrak PAD Pariwisata Pangandaran, Empat Hari Tembus Rp4,5 Miliar


Libur Sekolah Dongkrak PAD Pariwisata Pangandaran, Empat Hari Tembus Rp4,5 Miliar

PANGANDARAN – Pendapatan sektor pariwisata Kabupaten Pangandaran selama masa libur sekolah menunjukkan tren positif. Dalam empat hari, sejak Kamis hingga Minggu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat penerimaan retribusi pariwisata telah melampaui Rp4,5 miliar.

 
Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, mengatakan capaian tersebut telah melampaui target awal yang ditetapkan. Bahkan, hingga berakhirnya masa libur sekolah pada pekan depan, pihaknya memproyeksikan pendapatan retribusi pariwisata dapat mencapai sekitar Rp7 miliar.
 
"Lonjakan pendapatan terjadi sejak Kamis hingga Minggu kemarin. Target awal sebenarnya sudah terlampaui, dan kami optimistis hingga akhir libur sekolah pendapatan bisa mencapai Rp7 miliar," ujarnya, Senin (6/7/2026).
 
Menurut Sarlan, tingginya pendapatan tersebut ditopang oleh kunjungan sekitar 300 ribu wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran. Dari jumlah tersebut, Kawasan Pantai Pangandaran masih menjadi tujuan favorit dengan jumlah kunjungan mendekati 170 ribu wisatawan.
 
Ia menambahkan, puncak kunjungan diperkirakan baru akan terjadi pada akhir masa libur sekolah, tepat sebelum para pelajar kembali masuk sekolah pada Senin atau Selasa pekan depan. Tren kunjungan harian juga terus mengalami peningkatan dibandingkan pekan pertama liburan.
 
Untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bapenda bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) memperketat pengawasan di sejumlah titik masuk kawasan wisata.
 
Pengawasan difokuskan pada jalur-jalur alternatif atau yang dikenal sebagai "jalur tikus" yang kerap dimanfaatkan sebagian wisatawan untuk menghindari pintu masuk resmi. Menurut Sarlan, kondisi tersebut terjadi karena ada wisatawan yang belum mengetahui akses resmi, bahkan diduga ada oknum yang sengaja mengarahkan mereka melewati jalur tidak resmi.
 
"Bersama Satpol PP dan Dishub kami terus melakukan pengawasan dan penutupan jalur-jalur ilegal. Seluruh wisatawan diarahkan masuk melalui gerbang resmi agar tidak terjadi kebocoran retribusi," katanya.
 
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh potensi penerimaan retribusi pariwisata dapat masuk ke kas daerah sekaligus mendukung peningkatan PAD dari sektor pariwisata yang menjadi andalan Kabupaten Pangandaran.
 





Wisata Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini