Pemkab Pangandaran Sulap Gedung Bekas Pos PPKM jadi Pos Layanan Kesehatan Wisatawan
Oleh Amin Pnd | Selasa, 17 Maret 2026 11:16 WIB | 21 Views
PANGANDARAN - Menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, Pemerintah Kabupaten Pangandaran mulai membenahi gedung bekas Pos Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kawasan Pos 4 Pantai Pangandaran untuk dijadikan pos layanan kesehatan bagi wisatawan.
Langkah ini dilakukan untuk menghidupkan kembali bangunan yang selama ini terbengkalai dan sempat dikenal masyarakat sebagai bangunan kosong yang menyerupai “rumah hantu”.
Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi Pariwisata Pangandaran, Irna Kusmayanti, mengatakan bahwa selama ini bangunan tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal. Gedung itu hanya digunakan sebagai tempat penitipan alat pengukur gempa milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Bangunan yang selama ini terbengkalai dan terkesan seperti rumah hantu, kami mengefektifkan kembali bangunan eks Pos PPKM ini menjadi pos layanan kesehatan di Pos 4,” ujar Irna, Senin (16/3/2026).
Menurut Irna, pemilihan Pos 4 sebagai lokasi pos kesehatan bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan laut karena sering muncul arus balik atau rip current yang membahayakan wisatawan saat berenang.
“Pos 4 merupakan lokasi rawan kecelakaan laut akibat faktor ombak. Kehadiran pos ini memungkinkan wisatawan mendapatkan penanganan medis secara cepat. Nantinya petugas dari Dinas Kesehatan akan berjaga di sana,” jelasnya.
Selain memberikan pelayanan medis awal, keberadaan pos kesehatan ini juga diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi jika terjadi kecelakaan di kawasan pantai. Tim medis dapat segera memberikan pertolongan pertama sebelum korban dirujuk ke rumah sakit.
Irna menambahkan, pos layanan kesehatan tersebut rencananya mulai beroperasi setelah pelaksanaan salat Idulfitri hingga 29 Maret 2026, selama masa libur Lebaran.
Tidak hanya untuk momentum libur panjang, fasilitas tersebut juga akan difungsikan secara rutin pada setiap akhir pekan.
“Ke depan, pos ini berpotensi menjadi Puskesmas Pembantu (Pustu) khusus kawasan destinasi. Kami menyerahkan pemanfaatan selanjutnya kepada Dinas Kesehatan agar fasilitas ini tetap berguna bagi publik,” pungkasnya.