Dua Tahun Mendatang, Pangandaran Harus Punya Kantor Bupati


Dua Tahun Mendatang, Pangandaran Harus Punya Kantor Bupati
Pejabat Bupati Pangandaran Endjang Naffandy berfoto bersama Perwakilan Presidium sesaat setelah pelatikannya beberapa waktu yang lalu di Jakarta

Pangandaran, myPangandaran.com - Dalam kurun waktu dua tahun mendatang, Kabupaten Pangandaran sudah harus memiliki Kantor Bupati, dan DPRD. Selain itu, terkait utang piutang dan aset pun harus segera diselesaikan dari kabupaten induk.

"Diharapkan dalam waktu dua tahun ini sudah terbentuk semuanya. Dan, segala sesuatunya telah beres," ucap Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, Minggu (28/4/2013). Agun mengatakan, dalam waktu dua tahun mendatang, Penjabat Bupati Kabupaten Pangadaran Endjang Naffandy pun harus dapat membuat dan menyelesaikan desain. Maksudnya, untuk Daerah Otonom Baru (DOB) itu. Untuk mewujudkan itu semua dibutuhkan tenaga dan kerja sama. "Ciptakan roda pemerintahan yang kondusif," tegasnya.

Dari 10 kecamatan yang ada, potensi yang dimiliki Kabupaten Pangandaran besar. Mulai dari wisata pantai, sektor kelautan, pertanian, dan perkebunan. Kalau penjabat gagal dalam kurun waktu dua tahun tersebut, maka akan berdampak luas. "Itu berdampak bagi daerah yang akan melakukan pemekaran. Maka, pintu akan tertutup bagi daerah yang akan melakukan pemekaran lagi," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran Supratman mengatakan, setelah terbentuknya DOB Kabupaten Pangandaran, perjuangan masih harus terus dilakukan. Bahkan harus lebih dari sebelumnya. "Percuma kalau Kabupaten Pangandaran setelah lahir tetap begini. Untuk itu harus dilakukan perubahan ke yang lebih baik," ujarnya.

Untuk mewujudkannya, Supratman mengajak segenap pihak dan masyarakat Kabupaten Pangandaran untuk bersama-sama bekerja sama. Yaitu dalam mengembangkannya. Hal senada dikatakan Penjabat Bupati Kabupaten Pangandaran Endjang Naffandy. Dirinya meminta dukungan dari masyarakat Kabupaten Pangadaran. Tugas yang dia emban kini tidak mudah. "Ingatkan saya juga tegur kalau melakukan kesalahan," ucapnya. Sumber Berita PikiranRakyat







Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Politik Lainnya
​Canda Antara Jokowi dan Menteri Susi

​Canda Antara Jokowi dan Menteri Susi


Selasa, 24 April 2018 12:18 WIB
Dalam sambutan pagi tadi, Menteri Susi meminta dua menteri untuk melakukan pembangunan jalur kapal dan pengerukan beberapa sungai di Pangandaran. Mendengar hal tersebut, Presiden Joko Widodo merespon dengan kalimat canda, “Jangan-Jangan Bu Susi ini mau jadi presiden, pengen jadi wapres ini kelihatannya.” Respon unik tersebut mengundang gelak tawa dan tepuk tangan dari para hadirin.
​Beberapa Sungai di Pangandaran Akan Dikeruk atas Permintaan Menteri Susi

​Beberapa Sungai di Pangandaran Akan Dikeruk atas Permintaan Menteri Susi


Selasa, 24 April 2018 12:17 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono untuk mengeruk beberapa sungai di Pangandaran. Permintaan ini disampaikan di depan Presiden Jokowi ketika kunjungan kerja ke Pangandaran, Selasa (24/4).
​Presiden dan Menteri Susi Berikan Berbagai Bantuan Untuk Pangandaran

​Presiden dan Menteri Susi Berikan Berbagai Bantuan Untuk Pangandaran


Selasa, 24 April 2018 12:16 WIB
Sembari menunggu kedatang Presiden Joko Widodo di Bandara Nusawiru Cijulang, Susi Pudjiastuti sempat memberikan informasi singkat kepada para wartawan. Ia mengabarkan bahwa ia menerima bantuan berupa televisi dari PT Gobel untuk diberikan kepada masyarakat.
​Pertemuan Jokowi dan Para Tokoh Masyarakat Jawa Barat Terpaksa Diundur

​Pertemuan Jokowi dan Para Tokoh Masyarakat Jawa Barat Terpaksa Diundur


Selasa, 24 April 2018 12:13 WIB
Para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan beberapa pemimpin redaksi Jawa Barat telah berkumpul di suatu hotel bintang tiga di Pangandaran sejak pukul 18.00 WIB. Namun hingga pukul 21.00, Presiden belum juga sampai. Mulanya, para tamu tersebut dijadwalkan bertemu Presiden pada pukul 19.00. Pertemuan terbatas ini dilakukan di sela-sela agenda kunjungan kerjanya.