ITB Rilis Aplikasi TANGKAP, Bantu Nelayan Pangandaran Lacak Lokasi Ikan dari Smartphone Tanpa Internet
Oleh Amin Pnd | Sabtu, 05 September 2026 08:34 WIB | 23 Views
PANGANDARAN - Peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkenalkan aplikasi inovatif bernama TANGKAP (Teknologi Penangkapan Ikan dan Navigasi Kapal) kepada nelayan Pangandaran melalui kegiatan sosialisasi dan implementasi yang digelar di Aula Kantor Desa Pangandaran, Jumat (4/9/2026).
Aplikasi berbasis smartphone tersebut dirancang untuk membantu nelayan menemukan lokasi keberadaan ikan secara lebih akurat sehingga proses penangkapan menjadi lebih efektif dan efisien.
Perwakilan Kelompok Keahlian Hidrografi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, Wiwin Windu Pranata, menjelaskan bahwa aplikasi TANGKAP memungkinkan nelayan mengetahui titik potensi keberadaan ikan melalui peta digital yang ditampilkan pada telepon genggam.
“Nelayan tidak perlu lagi menebak-nebak lokasi ikan. Melalui aplikasi ini, mereka dapat langsung menuju titik yang direkomendasikan berdasarkan hasil interpretasi data citra satelit yang diperbarui secara berkala,” ujarnya.
Menurut Wiwin, berdasarkan hasil penelitian dan pengujian yang telah dilakukan, tingkat akurasi lokasi ikan yang ditampilkan aplikasi mencapai lebih dari 70 persen. Angka tersebut dinilai cukup menjanjikan untuk membantu meningkatkan produktivitas nelayan.
Tak hanya berfungsi sebagai pendeteksi lokasi ikan, TANGKAP juga dilengkapi fitur navigasi laut yang bekerja layaknya aplikasi Google Maps atau Waze. Nelayan dapat mengetahui arah pelayaran, jarak tempuh, hingga estimasi waktu tiba menuju lokasi target penangkapan.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan aplikasi ini. TANGKAP menyediakan informasi kondisi laut secara real-time, mulai dari tinggi gelombang, kecepatan angin, hingga kondisi cuaca. Sistem akan memberikan rekomendasi kepada pengguna mengenai tingkat keamanan pelayaran menuju lokasi yang dituju.
Sebelum hadirnya aplikasi TANGKAP, nelayan sebenarnya telah memanfaatkan peta zona potensi penangkapan ikan yang diterbitkan secara rutin oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, metode tersebut dinilai kurang praktis karena nelayan harus mengunduh dan mencetak peta sebelum digunakan saat melaut.
Melalui digitalisasi informasi dalam satu aplikasi, TANGKAP diharapkan mampu mempermudah akses data perikanan, meningkatkan keselamatan pelayaran, sekaligus mendongkrak hasil tangkapan nelayan di Pangandaran.