Perburuan Baby Lobster Massif Diduga Picu Penurunan Hasil Tangkapan Nelayan Pangandaran
Oleh Amin Pnd | Rabu, 17 Juni 2026 09:31 WIB | 19 Views
PANGANDARAN – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengungkapkan bahwa maraknya perburuan baby lobster (benih bening lobster/BBL) di perairan Pangandaran diduga menjadi salah satu penyebab menurunnya hasil tangkapan nelayan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Jeje, penurunan hasil tangkapan tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan sektor perikanan, termasuk perolehan KUD Minaasari. Ia menyebutkan, jika sebelumnya perolehan KUD Minaasari dapat mencapai Rp14 miliar hingga Rp15 miliar, kini hanya berada di kisaran Rp10 miliar. Sementara itu, di wilayah Parigi dan Batukaras, pendapatan yang sebelumnya lebih tinggi kini mengalami penurunan hingga hanya sekitar Rp1 miliar.
Jeje menilai aktivitas penangkapan baby lobster yang dilakukan secara masif berpotensi mengganggu keberlanjutan sumber daya perikanan. Menurutnya, upaya pengaturan terkait penangkapan baby lobster saat ini masih sebatas diperkuat melalui peraturan bupati dan surat edaran, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih efektif di lapangan.
Saat disinggung mengenai adanya dugaan keterlibatan pihak tertentu atau oknum yang membekingi aktivitas perburuan baby lobster, Jeje enggan memberikan tanggapan lebih jauh. “Saya tidak tahu. Saya hanya nelayan yang menangkap ikan,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Jeje berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga kelestarian sumber daya laut agar hasil tangkapan nelayan kembali meningkat dan kesejahteraan masyarakat pesisir tetap terjaga.