Tebing Longsor di Sukahurip Pangandaran, Satu Bangunan Rumah Relokasi Eks Pasar Wisata Hancur


Tebing Longsor di Sukahurip Pangandaran, Satu Bangunan Rumah Relokasi Eks Pasar Wisata Hancur

PANGANDARAN - Proyek pembangunan rumah relokasi bagi eks penghuni Pasar Wisata (PW) Pangandaran di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, tertimpa material longsoran tebing setinggi sekitar 10 meter. Insiden yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) sore tersebut menyebabkan salah satu bangunan rumah yang masih dalam tahap pembangunan rusak berat.

 
Pantauan di lokasi pada Selasa (10/3/2026), material longsoran berupa tanah dan bebatuan besar merosot dari tebing dan menghantam bangunan rumah yang tengah dibangun oleh pihak ketiga. Batu berukuran besar terlihat masuk ke dalam bangunan hingga merusak bagian atap, kayu, asbes, hingga pondasi rumah.
 
Longsor di kawasan tersebut diketahui terjadi di tiga titik yang lokasinya tidak jauh dari area pembangunan rumah relokasi. Material longsoran menumpuk di sekitar bangunan dan sebagian menimpa struktur rumah yang belum selesai dibangun.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 152 unit rumah relokasi berukuran 6 x 4 meter sedang dalam proses pembangunan di kawasan tersebut. Setiap unit rumah dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp20 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pangandaran tahun 2025.
 
Salah satu penerima manfaat, Oda (60), mengatakan longsor terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Ia mengaku sebelum kejadian sempat mendengar suara pergeseran tanah dari arah tebing.
 
“Pas pertama ada suara peretek-peretek, orang yang di dalam rumah langsung pergi ke luar. Tidak lama kemudian langsung terjadi longsor,” kata Oda saat ditemui di lokasi kejadian.
 
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun rumah milik Oda yang sedang dibangun mengalami kerusakan cukup parah. Saat kejadian, progres pembangunan rumah tersebut diperkirakan sudah mencapai sekitar 70 persen.
 
Oda mengaku kebingungan harus meminta pertanggungjawaban kepada siapa atas kerusakan rumahnya akibat longsor tersebut.
 
“Kalau mau minta ganti harus minta sama siapa?” ujarnya.
 
Hingga saat ini, Oda mengaku belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak manapun. Meski demikian, ia bertekad akan tetap melanjutkan pembangunan rumahnya dengan menggunakan uang pribadi meskipun kondisi ekonominya terbatas.
 
“Mungkin akan dibangun seperti semula. Kita tidak akan mundur, meski saya orang kecil,” katanya.





Peristiwa Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini