Tragis, Sapi untuk Biaya Kuliah Anak Tewas Terjebak di Gua Sempit di Cimerak Pangandaran
Oleh Amin Pnd | Minggu, 01 Maret 2026 19:02 WIB | 36 Views
CIMERAK - Warga Desa Cidadap, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran digegerkan dengan hilangnya dua ekor sapi dari kandang milik seorang peternak, Eman Rukmana, Minggu pagi (1/3/2026). Kedua ternak itu ditemukan beberapa jam kemudian di dalam sebuah gua sempit, namun satu ekor tidak berhasil diselamatkan.
Peristiwa bermula saat Eman hendak memberi pakan seperti biasa. Ia mendapati kandang dalam kondisi jebol dan kedua sapi telah hilang. Tanah sekitar kandang tampak rusak, diduga akibat dorongan atau pergerakan hewan pada malam hari.
“Saat pagi kandang sudah rusak dan sapi tidak ada. Saya langsung mencari ke sekitar kebun dan perbukitan,” ujar Eman.
Pencarian dilakukan dengan menyisir area sekitar permukiman hingga lereng berbatu di wilayah Cidadap. Setelah beberapa jam, Eman menemukan kedua sapinya berada di dalam sebuah gua alami. Struktur gua tersebut unik sekaligus berbahaya bagian atasnya sempit seperti celah, sementara bagian bawahnya lebih lega membentuk rongga. Kondisi itu membuat sapi yang terperosok tidak mampu memanjat kembali ke permukaan.
Diduga, kedua ternak itu berjalan ke area gua pada malam hari dan terjatuh ke dalam celah yang tertutup semak.
Merasa panik, Eman meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi hewan ternaknya. Proses penyelamatan berlangsung dramatis dengan peralatan seadanya. Warga berupaya menarik sapi menggunakan Crane di medan yang sempit dan licin.
Satu ekor sapi berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup. Namun nahas, satu ekor lainnya mati di dalam gua sebelum sempat diangkat ke atas.
Kerugian yang dialami Eman tidak sekadar kehilangan ternak. Dua sapi tersebut merupakan tabungan jangka panjang yang ia siapkan untuk biaya kuliah anaknya.
“Itu sebenarnya untuk biaya sekolah anak saya nanti,” katanya lirih.
Untuk menutup sebagian kerugian, Eman akhirnya menyembelih sapi yang mati tersebut dan menjual dagingnya kepada warga sekitar agar nilai ekonominya masih bisa terselamatkan.