Projek Pelabuhan Cikidang Pangandaran Masih Butuh Rp 60 miliar


Projek Pelabuhan Cikidang Pangandaran Masih Butuh Rp 60 miliar

Pangandaran, myPangandaran.com - Projek pembangunan pelabuhan pendaratan ikan (PPI) Cikidang di Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis yang dibangun sejak tahun 2003, hingga saat ini baru slesai sekitar enam puluh persen. Untuk mempercepat penyelesaian pembangunan fasilitas tersebut, masih dibutuhkan anggaran sekitar Rp 60 miliar.

"Kami sudah mengajukan tambahan bantuan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 60 miliar. Kami berharap jika pemerintah pusat mengucurkan bantuan, seluruh proses pembangunan PPI Cikidang bakal tuntas tahun 2012," tutur Bupati Ciamis Engkon Komara, Jumat (1/6).

Dia mengungkapkan terendatnya projek pembangunan PPI Cikidang salah satu kendalanya adalah tersendatnya kucuran anggaran. Diperkirakan PPI Cikidang menelan anggaran sekitar Rp 120 miliar. Anggaran pembangunan berasal dari pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat.

Engkon menambahkan sebagian bangunan, yaitu pemecah ombak atau breakwater sempat hancur dihantam gelombang pasang Tsunami tahun 2006.

Untuk melakukan perbaikan pemecah ombak serta pembuatan saluran air, pada tahun 2010 pemereintah Kabupaten Ciamis menyuntikan banuan sebesar Rp 3,5 miliar, sedangkan dari provinsi Jabar Rp 10 miliar.

"Jika pembangunan PPI Cikidang selesai, maka bakal menampung perahu nelayan yang saat ini sebagian memenuhi kawasan pantai barat Pangandaran. Kawasan pantai barat harus kembali ditata, sebab merupakan tujuan utama wisatawan datang ke Pangandaran," tambahnya.

Keuntungan lain jika PPI Cikidang selesai yang diikuti dengan penataan kawasan wisata Pangandaran, diharapkan lebih mampu menyedot wisatawan.

Selama ini, tambah dia, salah satu kesulitan untuk melakukan penataan panta barat Pangandaran adalah banyak perahu yang bersandar ditempat tersebut.

"Persoalan pantai barat sangat kompleks, oleh karenanya penanganan harus bersifat menyeluruh, tidak bisa parsial. Tidak hanya menyangkut sisi pariwisata akan tetapi juga harus memerhitungkan keadaan nelayan yang menggantungkan kehidupannya di laut. Kedua persoalan tersebut harus diselesaikan bersama," tutur Engkon.

Lebih lanjut dia mengungkapkan saat ini kawasan pantai barat pangandaran menjadi tempat parkir perahu nelayan. Hal tersebut berkenaan dengan datangnya musim angin timur. Akibat penuh perahu, kawasan bermain wisatawan menjadi semakin sempit dan kurang nyaman untuk wisatawan.

"Sebaliknya saat datang angin barat, nelayan parkir perahu di pantai timur. Itu merupakan siklus alam yang tidak mungkin dihindari. Solusi untuk mengatasi keadaan parkir nelayan adalah adanya kawasan parkir perahu di kawasan PPI Cikidang," katanya.

Terpisah anggota Komisi II DPRI Ciamis Tudi Hermanto juga berharap agar pembangunan PPI Cikidang dapat segera diselesaikan. Pembangunan fasilitas tersebut merupakan solusi untuk menanganai parkir perahu di pantai barat Pangandaran.

"PPI Cikidang merupakan satu-satunya solusi untuk mengatasi persoalan parkir perahu di pantai barat. Pantai tersebut merupakan saah satu tujun utama wisatawan datang ke Pangandaran," tuturnya.

Dia menggatakan bahwa pihak nelayan juga harus konsisten untuk mmemarkir perahu di PPI Cikidang. Unuk mendukung pemindahan tersebut, perlu dibangun sarana pendukung.

"Jalangan sampai PPI Cikidang selesai dibangun, akan tetapi perahu tetap parkir di pantai barat. Jadi perlu ada kesepahaman bersama, termasuk nelayan," tuturnya.

Sumber Pikiran Rakyat Online dengan perubahan sedikit di judul.



#




Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Peristiwa Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini