Bagang Kembali Marak di Pangandaran


Pangandaran,myPangandaran.com-Pasca dihantam gelombang pasang tsunami beberapa waktu lalu, kawasan laut dekat cagar alam Pangandaran bersih dari bagang (Bangunan di tengah laut yang berfungsi untuk menangkap ikan). Namun saat ini bangunan tersebut kembali marak, tak kurang dari 30 bagang telah dibangun di tempat tersebut.

Dikhawatirkan, apabila tidak segera ditertibkan, maka dalam jangka panjang tangkapan ikan di Pangandaran akan semakin berkurang, dan ekosistem laut di kawasan tersebut juga akan rusak. Terlebih lokasi bagang berada di sekitar terumbu karang yang menjadi pusat bertelor dan penetasan bibit ikan dan udang.

Menggapi keberadaan bagang, Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ciamis, Asep Nurdin mengatakan,persoalan tersebut merupakan persoalan bersama. Dia juga mengungkapkan Pemkab. Ciamis telah membuat peraturan tentang larangan mendirikan bagang. Hanya saja, hal tersebut tidak memberikan solusi bagaiamana kelanjutan nasib nelayan bagang.

Untuk menangai persoalan tersebut, lanjutnya, perlu adanya sosialisasi yang bisa dimengerti oleh mereka. Terlebih,saat ini sudah mulai muncul kesadaran pemilik bagang. Hanya saja yang juga harus mendapat perhatian adalah kelanjutan nasib nelayan bagang.

Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Pangandaran (KMPP) Ciamis, Agus Suharto mengatakan, keberadaan bagang menganggu ekosistem laut. Selain berupa pencemaran lingkungan, dampak lainnya ketersediaan ikan akan semakin berkurang, karena bibit ikan diambil, juga merusak terumbu karang.

"Ikan bertelor di terumbu karang, belum sempat besar sudah diambil. Kalau hal itu terus dibiarkan, maka tidak ada lagi ikan. Mata jaring ukurannya sangat kecil dan lembut, sehingga ikan kecil pun dapat terjaring. Dan kita juga akui persoalan ini merupakan persoalan kita bersama, dan harus segera dicarikan jalan keluarnya," tuturnya.

Sementara itu informasi yang beredar, sejumlah pemilik bagang sebenarnya sudah siap menghentikan operasional bagang. Hanya saja apabila bagang tersebut dibongkar, maka tidak lagi memiliki pekerjaan yang menjadi sumber mata pencaharian.

"Selama ini kami menggantungkan hidup dari bagang, kalau dibongkar tentu harus ada kompensasinya. Misalnya diberi perahu, kalau memang tidak bisa satu orang satu perahu, maka satu perahu untuk satu kelompok," ujar Tatang,salah seorang pemilik bagang.



#




Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Peristiwa Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini