Ketua DPRD Pangandaran Dorong Pembangunan Kawasan Keagamaan di Lahan Aset Pemda


Ketua DPRD Pangandaran Dorong Pembangunan Kawasan Keagamaan di Lahan Aset Pemda

PANGANDARAN – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menyatakan komitmennya untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Pangandaran merealisasikan pembangunan kawasan keagamaan di atas lahan aset pemerintah daerah seluas sekitar 4 hektare di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi. Kawasan tersebut direncanakan menjadi pusat kegiatan Majelis Ulama Indonesia (MUI), pesantren, Muslimat, serta dilengkapi sarana ibadah berupa masjid.

 
Asep Noordin mengatakan, peninjauan lokasi dilakukan bersama Ketua MUI Kabupaten Pangandaran dan Kepala Desa guna memastikan kesiapan lahan yang akan dimanfaatkan untuk kepentingan umat.
 
"Hari ini kita bersama Ketua MUI Kabupaten Pangandaran dan Pak Kepala Desa melihat lahan seluas 4 hektare milik Pemerintah Daerah yang insya Allah nanti akan dipergunakan untuk kepentingan Majelis Ulama, kemudian pesantren, dan ibu-ibu Muslimat. Tentu juga nanti akan ada sarana ibadah, yaitu masjid," ujar Asep, Selasa (28/7/2026).
 
Dari hasil peninjauan, kata Asep, kondisi lahan masih memerlukan pekerjaan awal berupa pemotongan atau cutting bukit sebelum proses pembangunan dapat dimulai.
 
"Barusan kita telah melihat langsung ke lokasi, dan tentu saja memang perlu ada cutting bukit terlebih dahulu sebelum dilakukan pembangunan," katanya.
 
Menurut Asep, DPRD akan terus memberikan dukungan kepada pemerintah daerah agar pembangunan kawasan tersebut dapat segera diwujudkan. Ia menilai keberadaan pusat kegiatan ulama akan memperkuat peran keagamaan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
 
"Kami sangat berharap, dan kami di DPRD akan terus mendorong Pemerintah Daerah agar para ulama diberikan program untuk membangun eksistensinya di Kabupaten Pangandaran ini," ungkapnya.
 
Asep menegaskan, berdirinya Kabupaten Pangandaran tidak terlepas dari kontribusi para ulama. Karena itu, sinergi antara ulama dan pemerintah menjadi fondasi penting dalam membangun daerah.
 
"Kabupaten Pangandaran ini berdiri tentu tidak lepas dari peran para ulama. Kami meyakini bahwa daerah ini akan berdiri dengan kokoh manakala umara dan ulama menjadi satu pusat ikatan dalam membangun sinergitas. Dengan berbekal ilmunya para ulama, program Pemerintah Daerah Pangandaran bisa berjalan dengan baik," tuturnya.
 
Ia juga menyampaikan empat unsur penting yang harus menjadi perhatian bersama dalam membangun Pangandaran, yakni ilmu para ulama, kepemimpinan umara yang bijaksana, doa para kiai, serta peran generasi muda yang berilmu, mampu mengamalkan ilmunya, dan berlandaskan ketakwaan.
 
"Semua tugas itu harus dibangun secara bersinergi antara umara dan ulama," pungkas Asep.





Pemerintahan Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini